RADAR JOGJA – Dalam rangka peringatan HUT Kota Jogja tahun 2021, Goll…Aborasi Bisnis Online JNE mengadakan webinar. Pesertanya adalah para pelaku usaha UMKM di Kota Jogja. Tema yang diusung adalah strategi terkait pemasaran digital di era pandemi Covid-19.

Melalui media zoom meeting, kegiatan ini mengundang beberapa narasumber. Diantaranya Branch Manager JNE Jogja Adi Subagjo, Founder dan Owner EDERRA Indah Wahyu Wardani dan founder dan CEO PT. Lovary Corpora Indonesia Ibrahim Yusuf. Turut hadir pula Head Regional JNE Jateng DIJ Marsudi.

“Program ini dilakukan karena menyesuaikan dengan perkembangan revolusi industri 4.0 yang beralih menuju teknologi digital,” jelas Branch Manager JNE Jogja Adi Subagjo dalam webinar, Kamis (14/10).

Diferensiasi pada setiap pembuatan produk juga dinilai sangat penting. Hal tersebut dilakukan karena pembuatan produk harus selalu mengikuti arus atau mengikuti jaman. Perbedaan atau inovasi dari sebuah produk inilah yang dapat menjadikan sebuah produk bertahan di pasar dalam jangka waktu yang lama.

Pada momen ini JNE Jogja juga telah memberikan beberapa hal yang membantu para pelaku UMKM Kota Jogja. Khusunya yang terdampak karena pandemi. Berbagai jenis pelatihan dan pemberdayaan serta pemberian diskon pada pegiat UMKM.

“Termasuk pada pengiriman produk. Setidaknya kami bisa membantu dengan meringankan beban pelaku usaha yang sedang pada tahap pemulihan usahanya,” katanya.

Pandemi yang masih menggempur Indonesia, secara langsung menggerus kualitas perekonomian masyarakat. Termasuk para pelaku sektor ekonomi UMKM. Hal tersebut juga diakui oleh Founder and Owner EDERRA Indah Wahyu Wardani.

“Tentu ada dampak tetapi tidak terlalu terkoreksi karena kita juga berbasis online sejak tahun 2016,” tutur Indah.

Founder dan CEO PT. Lovary Corpora Indonesia Ibrahim Yusuf juga senada. Dia mengungkapkan pandemi sangatlah berdampak pada usahanya. Usaha yang menawarkan customize jewellery ini mengalami penurunan.

Ibrahim memaparkan angka pelaksanaan pernikahan di Indonesia cenderung menurun selama Pandemi Covid-19. Tercatat setidaknya mengalami penurunan hingga 30 persen. Dalam kondisi normal, angka pelaksanaan pernikahan bisa mencapai 2 juta setiap tahunnya.

“Hal ini menurun dimasa pandemi sehingga usaha kami terdampak. Tapi untuk bisnis basis platform e-commerce memberikan sedikit nafas, karena pelanggan dapat memesan secara daring,” ujarnya. (om7/dwi)

Ekonomi