RADAR JOGJA – Bermula dari hobi kulineran, Lima dan Boby, salah satu pembeli waralaba (franchise) tertarik membuka usaha Black Kebab. Lima dan Boby pertama kali bekerjasama dengan Black Kebab pada tahun 2020, dan outlet pertamanya berada di Borobudur.

“Awalnya dari ibu kami suka kebab, akhirnya ketemu Black Kebab ini. Kita cocok sama rasanya dan coba cari informasi tentang Black Kebab bisa franchise atau tidak, “ tutur Lima.

MILIK: Kebab kini banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Makanan asal timur tengah tersebut memiliki beberapa variasi, salah satunya black kebab. (FENY INDAH PUSPITASARI FOR RADAR JOGJA)

Setelah melihat omset yang didapat cukup memuaskan, mereka mulai membuka cabang di Muntilan, Mertoyudan, dan Temanggung.
Menurut Boby, usaha Black Kebab di masa pandemi ini bukan malah menurun tetapi omset yang didapat semakin bertambah.

Pasangan suami istri tersebut sebelumnya memiliki usaha di bidang penginapan. Namun di masa pandemi banyak tempat wisata yang tutup sehingga tamu mulai berkurang.

“Harapannya kerjasama dengan pihak owner Black Kebab bisa lancar, ada variasi menu baru dan tahun depan bisa buka outlet lagi,” tambahnya.

Kebab kini banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Makanan asal timur tengah tersebut memiliki beberapa variasi, salah satunya black kebab. Black Kebab menjadi pelopor kebab dengan tortilla hitam pertama di Indonesia yang berpusat di Jogjakarta.

Black Kebab dirilis pada tahun 2015 oleh FX. Ricky Ferdinan Sutrisno, S.T., M.T dan hingga saat ini telah meraih 28 penghargaan skala nasional dan 2 penghargaan skala internasional (*/om4/asa/dwi)

Ekonomi