RADAR JOGJA – Perusahaan-perusahaan di tanah air terus berinovasi dalam menjalankan berbagai program untuk menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. Tidak terkecuali BRI yang berhasil membuktikan diri tak hanya handal dalam urusan perbankan, namun juga menjadi yang terbaik dalam hal menjalankan program CSR-nya dengan BRI Peduli.

BRI dinobatkan sebagai The Best CSR of The Year dan Direktur Utama BRI, Sunarso mendapatkan penghargaan sebagai CEO CSR of The Year pada acara malam Penganugerahan Nusantara CSR Awards 2021 (15/09). Penghargaan bergensi tersebut diberikan oleh The La Tofi School of CSR.

Tidak hanya 2 peghargaan tersebut, BRI juga meraih penghargaan pada sembilan kategori yaitu Peningkatan Mutu Pendidikan, Pemberdayaan Ekonomi Komunitas, Peningkatan Mutu Kesehatan, Pengembangan Desa Wisata, Pelibatan Komunitas dalam Menangani Sampah, Pemberdayaan Penyandang Disabilitas, Integrasi Program untuk Dampak Luas, Pemimpin Penginspirasi Praktik CSR, serta Bantuan Kesehatan dan Ekonomi (charity) untuk penanganan Darurat Covid-19.

Terkait prestasi tersebut Sunarso mengatakan alokasi dana untuk program-program Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan seluruh perusahaan, demi menjaga keberlanjutan kinerja pelaku bisnis. Tujuannya, tentu untuk pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Menurutnya, BRI selalu ingin menciptakan nilai kepada seluruh pemangku kepentingan. Adapun bagi masyarakat, nilai yang ingin diberikan BRI adalah komitmen membawa CSR BRI Peduli melalui program 3P (Pro Planet, Pro Profit dan Pro People). “Ini sesuai dengan komitmen kami bahwa kehadiran BRI dapat memberikan value dan men-deliver value untuk masyarakat secara luas,” ujarnya.

Penghargaan CSR kali ini, The La Tofi School of CSR menilai BRI mengembangkan CSR sesuai bisnis inti yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat menghadapi pandemi Covid-19. Lembaga yang sudah 12 tahun menyelenggarakan Nusantara CSR Awards itu menilai CSR kali ini didedikasikan dalam penanganan pandemi Covid-19. Diantaranya adalah yang berkaitan langsung dengan bantuan kesehatan dan bantuan ekonomi untuk penanganan darurat Covid-19.

Dalam penilaiannya, The La Tofi School of CSR melibatkan Asdep TJSL Kementerian BUMN Agus Suharyono, Guru Besar Ilmu Komunikasi UI Prof. Ibnu Hamad, Direktur Hijauku.com Hizbullah Arief dan tim penilai dari La Tofi sendiri.

“Kami menyambut baik penghargaan ini. Ini membuktikan BRI memiliki tanggungjawab secara sosial yang tinggi. Penghargaan ini semakin memperkuat tekad dan komitmen kami untuk selalu memberikan value kepada seluruh stakeholder khususnya masyarakat. Oleh karena itu, kami akan selalu hadir memberikan yang terbaik di tengah-tengah masyarakat Indonesia,” jelas Sunarso.

Dia menegaskan, BRI terus berkomitmen dan berperan aktif dalam menjalankan tanggungjawab sosial bagi lingkungan dan masyarakat. Implementasi dari People, Planet dan Profit dituangkan dalam tujuh sektor bantuan yang meliputi bantuan untuk korban bencana alam dan non-bencana alam; bantuan Pendidikan; bantuan pengembangan prasarana dan/saranan umum, bantuan sarana ibadah, bantuan pelestarian alam dan bantuan sosial kemasyarakatan.

Khusus untuk penanganan Covid, BRI telah menyalurkan beragam bantuan bagi penanganan Covid-19 di berbagai wilayah di Indonesia. Bantuan disalurkan kepada masyarakat terutama untuk membantu penyediaan fasilitas kesehatan dan pelayanan di Rumah Sakit (RS).

Selain meyalurkan bantuan alat kesehatan, BRI juga berperan aktif menyalurkan bantuan-bantuan bagi masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi covid-19. Bantuan-bantuan diberikan antara lain, penyaluran sembako gratis bagi masyarakat umum dan penyaluran sembako untuk Panti Asuhan.

BRI juga berkolaborasi Bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan bantuan akomodasi penginapan dan transportasi untuk petugas kesehatan penanganan covid-19 sebagai bentuk bentuk apresiasi kepada petugas kesehatan dari berbagai lini seperti Puskesmas, Rumah Sakit yang ada di Jakarta yang telah membantu penanganan Covid-19.(*/sat)

Ekonomi