RADAR JOGJA – Sembilan hotel di DIJ yang membuka layanan isolasi mandiri untuk warga yang terpapar Covid-19 mendapatkan bantuan dari Pemprov DIJ. Penyerahan bantuan secara simbolik dilangsungkan di Bangsal Kepatihan, Jogjakarta oleh Wakil Gubernur DIJ KGPAA Paku Alam X kepada sejumlah perwakilan hotel.

Ketua Satgas Covid-19 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ Heryadi Bain menuturkan, bantuan tersebut sangat bermanfaat terutama untuk meringankan beban operasional hotel. Terlebih untuk mengadakan kamar isolasi membutuhkan banyak peralatan dan perlengkapan kesehatan.

Sampai saat ini ada sembilan hotel yang menyediakan layanan isolasi mandiri Covid-19. Jumlah kamar yang disediakan tiap hotel bervariasi. Mulai dari 110 kamar hingga mencapai 303 kamar. “Yang terisi bervariasi juga, misalnya di UC UGM itu selter. Memang ada yang kondisinya berbayar dan tidak berbayar,” lanjutnya.

Tiap paket bantuan yang diberikan, terdiri dari 16 item alat kesehatan. Misalnya seperti masker, hand gloves, alat pelindung diri, hingga tabung oksigen. ”Dukungan dari Pemprov DIJ ini akan membangkitkan spirit bagi karyawan hotel untuk terus melayani masyarakat,” terangnya.

Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharja menjelaskan, bantuan yang sumber anggarannya berasal dari dana keistimewaan (danais) tersebut sebelumnya telah dilakukan pembahasan antara pihak hotel dan Dispar DIJ.
Hotel yang memiliki layanan karantina di DIJ telah terstandar secara khusus. Juga terverifikasi baik oleh Dinas Kesehatan DIJ maupun asosiasi PHRI DIJ. “Semoga dengan dengan upaya gotong royong ini, sinergi pemerintah dan industri dapat mewujudkan DIJ yang aman bagi wisatawan,” harapnya. (kur/bah)

Ekonomi