RADAR JOGJA – Puteri Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Bendara menuturkan angka stunting di Jogjakarta 19,8% pada tahun 2020, lebih baik dari angka nasional yang mencapai 27%.

Angka tersebut memang masih di bawah angka WHO, tetapi WHO sendiri menetapkan bahwa angka melebihi 20% termasuk dalam situasi yang perlu ditangani. Keadaan stunting di DIJ bervariasi tergantung kondisi dari kabupaten/kota.

Tercatat data Prevalensi balita stunting di Kota Jogja sebesar 11,3 % di tahun 2020.  Kemudian di Kabupaten Sleman sebesar 8,38%di tahun 2019, sedangkan di Kabupaten Gunungkidul mencapai 17,44% di 2020. Sementara di Kulon Progo angka stunting berada di 12,57% pada tahun 2020,dan terakhir di Bantul pada awal 2021 tercatat sebesar 10,6%.

“Untuk mencegah stunting perlu kerjasama semua pihak, seperti halnya ketika kita bermain gamelan,” kata GKR Bendara di sela peluncuran Program Isi Piringku Berbasis Nilai Budaya Luhur secara daring di Jogjakarta Kamis (2/9).

GKR Bendara menambahkan dalam program yang diinisiasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga DIJ, Yayasan Pendidikan Integral Satu Bumi (One Earth) dan Danone Indonesia itu, GKR Bendara mengatakan dalam bermain gamelan, tak bisa satu pemain alat berdiri sendiri untuk menciptakan harmoni. Satu pemain  dengan lainnya harus bekerja sama serta bergotong royong sebagai kuncinya.

“Kita pun perlu menggali nilai budaya adiluhur dan mengemasnya kembali sebagai materi edukasi melalui PAUD sebagai lapisan paling mendasar untuk mencegah stunting. Anak-anak kita adalah Generasi Emas yang kelak akan menjadi pondasi negara.

Program ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada seluruh guru PAUD di Jogjakarta akan pentingnya porsi asupan gizi yang tepat untuk anak usia 4-6 tahun melalui panduan Isi Piringku.

Program Isi Piringku yang dikembangkan Danone Indonesia menggandeng beberapa mitra pelaksana di daerah. Dimulai sejak 2017 bersama Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB mengembangkan modul panduan edukasi gizi yang kemudian dapat digunakan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/4-6 tahun.

Saat ini Program Isi Piringku telah menjangkau 74.355 anak dan 6.299 guru di 2.707 PAUD yang berlokasi di 22 Kabupaten/Kota di 8 provinsi mulai Sumatera, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara,” jelas GKR Bendara yang juga menjabat Penghageng KHP Nitya Budaya Keraton Ngayogyakarta.

Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan bahwa sebagai perusahaan yang berkomitmen membawa kesehatan melalui makanan dan minuman yang sehat ke sebanyak mungkin orang dengan misi One Planet One Health. “Secara prinsip, tidak boleh ada anak Indonesia yang tertinggal dari sisi gizi dan pendidikan, supaya Indonesia bisa maju dan lebih baik kedepan,” kata Vera.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Jogjakarta Suhirman mengapresiasi Danone Indonesia dengan Program Isi Piringku yang dilakukan secara daring dan bertahap. ”Metode ini sesuai dengan Blended Learning yang diterapkan oleh pemerintah, selain proses tatap muka yang tertunda, metode tatap layar ini akan efektif sebagai pembelajaran selama masa pandemi,” kata Suhirman. (om5/sky)

Ekonomi