RADAR JOGJA – Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) DIJ usai menggelar kejuaraan secara virtual. Event bertajuk Jogja dan Jateng Open Workshop Virtual Dancesport Championship 2 itu berlangsung pada Sabtu (24/7). Dan, diikuti sebanyak 121 peserta dari DIJ dan Jawa Tengah.

Ketua Umum Pengda IODI DIJ Sasongko Iswandaru mengatakan, sebelumnya kejuaraan serupa sempat digelar beberapa waktu lalu. Sekaligus menjadi event pertama yang digelar secara virtual di masa pandemi Covid-19. “Saya mengapresiasi panitia lomba dan pengurus Pengda IODI DIJ yang telah bekerja keras terselenggaranya event di masa pandemi ini,” kata Sasongko.

Sasongko juga mengapresiasi seluruh peserta lomba. Mulai dari workshop sampai kompetisi berlangsung. Event ini, lanjut Sasongko, menjadi momen baik bagi atlet setelah tidak berkompetisi dalam kurun waktu yang lama. “Karena saat pandemi tidak mudah untuk bertanding dari rumah masing-masing, butuh mental yang sedemikian rupa agar berani tampil dalam kompetisi virtual ini,” bebernya.

Menariknya, para juri di event ini tak hanya berasal dari Indonesia. Namun hadir pula dari Malaysia dan Eropa. Kejuaraan tersebut memperlombakan kategori solo, couple serta kategori medalist.

Sementara itu, Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto, mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan di masa pandemi. Djoko Pekik menyebut, Pengda IODI DIJ patut menjadi contoh bagi Pengda lain. Karena dalam setahun sukses menyelenggarakan tiga kali kejuaraan. “Harapan saya adanya event ini bisa membuat atlet-atlet terus bersemangat dalam berlatih dan bisa tetap berprestasi meski dalam kondisi pandemi,” ujarnya. (ard/bah)

Ekonomi