RADAR JOGJA – tiket.com, pionir Online Travel Agent (OTA) platform di Indonesia, hadirkan opsi mudah longstay di hotel untuk pelanggan. Opsi tersebut hadir sebagai respons terhadap ketentuan PPKM darurat di 15 kota di Indonesia di mana semua penumpang dari luar negeri baik itu WNI atau WNA harus menjalani karantina selama 8 hari.

VP of Accomodation tiket.com, Cisyelya Bunyamin mengatakan, opsi longstay ini hadir di hotel-hotel di berbagai kota besar di Pulau Jawa. Sehingga para pendatang tidak perlu berburu hotel untuk masa menginap berkepanjangan (longstay) saat tiba di bandara masing-masing.

“Sebagai pionir OTA platform di Indonesia yang customer-centric, kami mengerti kebutuhan mendesak dalam berburu hotel nyaman untuk kepentingan longstay selepas berpulang ke tanah air atau perjalanan antarwilayah.

Fasilitas opsi hotel-hotel untuk paket longstay di tiket.com merupakan salah satu bentuk komitmen tiket.com dalam mendukung program pemerintah untuk menekan laju infeksi Covid-19,” ujar Cisyelya pada Jumat (23/7).

Cisyelya menambahkan, “Penawaran khusus ini berbentuk voucher hotel FLEXI untuk menginap 5,7, atau 10 malam. Fitur tiket FLEXI  yang tersedia di tiket.com memberikan kemudahan untuk menentukan tanggal menginap kapan saja hingga akhir tahun 2021.”

Opsi Long Stay dan Meals Package bisa dimanfaatkan oleh tamu terpapar pasien covid-19 dengan berbagai skenario. Namun fasilitas ini tidak berlaku bagi pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri karena terinfeksi Covid-19.

“Untuk semakin meringankan beban finansial tamu longstay, tiket.com juga meluncurkan dua promo, yaitu Diskon 7% hingga Rp 300.000 dan/atau tiket PayLater dengan diskon 7% hingga Rp 300.000 + Rp 75.000, dengan transaksi minimum Rp 500.000,” ujarnya.

Ciselya menjelaskan, terdapat sekitar 115 hotel dan properti sejenis yang tersedia sebagai pilihan untuk karantina mandiri. Menyediakan jasa pengantaran pesanan makanan untuk sarapan, makan siang, makan malam dengan jadwal sesuai keinginan tamu dan jasa free laundry. Selain itu, “Tiket.com juga memiliki fitur tiket To Do yang dapat mengaturkan jadwal antigen, swab test, hingga PCR,”katanya.  (*/om1/sky)

Ekonomi