RADAR JOGJA – Mendorong terwujudnya Indonesia Smart Nation Qlue berkolaborasi dengan Hewlett-Packard Enterprise (HPE). Berupa pemanfaatan teknologi artificial intelligent (AI) yang diperkuat dengan teknologi edge computing.

CEO sekaligus Founder Qlue, Rama Raditya mengatakan, kecerdasan buatan yang berbasis deep learning semakin banyak digunakan. Karena dinilai lebih optimal dan mampu menganalisis data secara akurat.

Tuntutan kebutuhan dunia industri membuat teknologi AI terus berkembang, mulai dari kecerdasan berbasis gambar, suara, dan bahkan tektual.

“Teknologi seperti ini digunakan untuk menggantikan peran manusia dalam menganalisis berbagai data,” ujarnya saat acara daring Road to Indonesia Smart Nation Kamis (15/7).

Rama menjelaskan, Qlue merupakan perusahaan penyedia ekosistem smart city terlengkap di Indonesia. Aktif menggelar diskusi publik sebagai wahana peningkatan wahana terwujudnya smart nation yang memanfaatkan teknologi AI.

“Oleh sebab itu, misi Qlue untuk mewujudkan Indonesia Smart Nation harus dimulai dengan kolaborasi seluruh sektor dan memanfaatkan semua perkembangan teknologi yang ada,” katanya.

Pemanfaatan AI bagi industri sangat mampu memberikan dampak positif untuk oerasional perusahaan di berbagai sektor. Secara umum, pemanfaat AI dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan hingga 70%, juga dapat meningkatkan produktivitas pekerja hingga 300%, dan mampu mempercepat waktu respons pekerja hingga lebih dari 100%.

“Kecerdasan buatan membuat kita lebih terbantu ketika melakukan hal-hal yang bersifat rutinitas sehingga mendorong efisiensi waktu dan mencatatkan produktivitas kerja yang lebih baik karena teknologi akan mengurangi potensi bagi kita untuk melakukan suatu pekerjaan secara berulang.

Untuk mewujudkan Indonesia Smart Nation, pemanfaatan AI juga diperkuat dengan teknologi edge computing karena bisa mengefiseinsi biaya dan waktu secara signifikan. Prinsip solusi berbasis edge computing adalah dengan memindahkan aspek pengelolaan dan analisis informasi data yang ada di bagian belakang secara teknologi, ke bagian depan secara operasional. Dengan menganalisis data di depan, maka efisiensi manajemen waktu dan biaya dapat ditingkatkan hingga lebih dari 50%,” katanya.

Sementara itu Country Product Manager HPE Indonesia, Pungky Sulistyo menuturkan pemanfaatkan edge computing salah satunya bisa diterapkan di pusat perbelanjaan di mana ketika pengunjung memasuki area tersebut mereka akan langsung mendapatkan notifikasi tentang program yang tawarkan oleh para tenant.

“Dengan demikian waktu pengunjung bisa lebih efisien dan para tenant pun memiliki peluang lebih besar dalam memperoleh pendapatan,” ucapnya.

Product Manager HPE Partner Sistech Erik Baswara mengatakan, solusi dari HPE saat ini sudah sampai pada tahap operasioanl secara mandiri menggunakan kecerdasan buatan mulai dari self-managing, self-healing, dan self-optimizing.

Dengan optimalisasi seperti itu, manajemen perusahaan kedepannya akan semakin jarang mendengar kendala infrastruktur teknologi informasi seperti storage penuh atau memory yang tidak berfungsi secara optimal karena semua sudah dikelola sejak awal oleh teknologi,” katanya. (om1/sky)

Ekonomi