RADAR JOGJA – Syarat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dalam Sektor Ekonomi di Era Pandemi Nasional. Sudah sekitar satu setengah tahun sejak wabah Covid-19 memasuki Indonesia dan mulai menyebar ke seluruh provinsi. Akibatnya hampir mayoritas kegiatan dibatasi hingga secara signifikan berpengaruh pada setiap sektor penting, salah satunya adalah perekonomian.

Ada beberapa fasilitas yang sebenarnya telah disediakan pemerintah untuk memudahkan para sektor usaha, baik untuk usaha kecil dan menengah maupun dari usaha di bagian ekspor dan impor. Peningkatan nilai saing dan desain produk, pengadaan pelatihan bagi usaha kecil dan menengah hingga kemudahan dalam ekspor dan inpor. Nilai ekspor merupakan bagian yang ikut berpengaruh dalam ekonomi nasional.

Antisipasi yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi pandemic yang terjadi adalah memanfaatkan fasilitas termasuk penghilangan biaya bea masuk dan cukai, penghilangan biaya pajak PPN dan PPnB serta pengecualian pada pungutan PPh 22 Impor. Antisipasi tersebut menjadi bagian dari fasilitas yang disediakan pemerintah dalam kemudahan impor tujuan ekspor.

Mengenal Relaksasi Ekspor-Impor dengan KITE dan Syarat-Syarat yang Harus Dipenuhi

Sebelum membahas mengenai persyaratan dalam mendapatkan fasilitas ini, terlebih dahulu perlu mengenali apa itu KITE. Fasilitas untuk ekspor dan impor yang telah ada sekitar tahun 2015 ini dibentuk untuk setiap usaha atau perusahaan yang memiliki orientasi ke arah ekspor. Namun tentunya perlu memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan. Ketersediaan fasilitas ini diinisiasi oleh Kemenkeu RI dan dilaksanakan oleh Direktorat Bea Cukai atau DJBC.

Dengan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor yang tersedia, ada kemudahan yang diberikan dan diberlakukan pada barang impor yang akan diekspor, salah satunya yaitu keringanan biaya bea cukai ketika masuk. Setiap pengusaha impor ekspor memiliki kesempatan dalam memanfaatkan fasilitas ini, namun ada beberapa hal yang perlu disiapkan seperti berikut.

Menyediakan NIPER atau yang Disebut sebagai Nomor Induk Perusahaan serta Izin Usaha

Setiap pelaku usaha harus memiliki nomor identitas untuk perusahaannya, dimana pemberian nomor ini akan sangat penting ketika akan memutuskan untuk bergabung dalam fasilitas ini. Nomor identitas ini juga sejenis dengan nomor identitas berusaha, bedanya, NIPER digunakan untuk perusahaan sedangkan NIB digunakan untuk pelaku usahanya.

Syarat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor: Bidang Usaha yang Dimiliki Berupa Manufaktur

Yang termasuk syarat lainnya dalam fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor adalah memiliki usaha manufaktur yang membentuk produk atau barang rakitan yang menggunakan pengoperasian alat mesin atau komputer.

Pelaku Usaha Harus Memiliki Bukti Kepemilikan Lokasi Produksi Setidaknya 3 Tahun

Syarat selanjutnya adalah adanya kepemilikan bukti mengenai tempat untuk kegiatan manufaktur setidaknya dalam waktu 3 tahun.

Tersedianya Wadah untuk Menyimpan Hasil Produksi

Yang termasuk syarat lainnya dalam fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor adalah pelaku usaha harus menyediakan wadah untuk menyimpan hasil produksi untuk produknya.

Perusahaan Harus Memiliki Sistem IT Inventory untuk Mengatur Barang

Syarat terakhir adalah perusahaan harus memiliki sistem teknologi inventory yang berguna dalam pengaturan barang terkait dokumen yang nantinya bisa diakses untuk DJBC.

Ketika seluruh persyaratan untuk fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor telah dilengkapi, pelaku usaha bisa membuat permohonan yang ditujukan untuk Kepala Kantor Wilayah atau KPU yang bertugas untuk mengawasi kegiatan dalam lokasi usaha.

Itulah beberapa hal mengenai fasilitas yang telah disediakan beberapa tahun lalu oleh pemerintah dalam kemudahan impor tujuan ekspor, serta beberapa yang perlu dipersiapkan untuk bergabung dalam fasilitas yang telah tersedia.

Salah satu perusahaan yang mengekspor produk khusus sarung tangan golf, atau pabrik sarung tangan golf, (klik disini) dan pabrik karung leno (klik disini) adalah perusahaan yang membantu meningkatkan lapangan pekerjaan di Indonesia.

Semoga masalah Pandemic Covid19 ini cepat berlalu, dan ekonomi Indonesia cepat kembali pulih. Sumber artikel: online-pajak.com. (*/ila)

Ekonomi