RADAR JOGJA – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Sheraton Mustika Yogyakarta berjalan lancar Sabtu pagi (10/7). Sebanyak 650 orang mengikuti suntik vaksin dosis pertama ini. Mereka terdiri dari karyawan, keluarga karyawan, warga sekitar, awak media, komunitas, hingga influencer.

General Manager Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa, Harry Suryadharma menjelaskan, kegiatan bertajuk Vaccination Care Program tersebut merupakan wujud dukungan kepada Pemerintah dalam memberikan vaksinasi kepada 70% masyarakat Indonesia.

“Program ini merupakan salah satu upaya CSR Sheraton Mustika Yogyakarta, dimana pihak hotel bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Sleman sebagai perpanjangan tangan tenaga medis yang bertugas,” katanya saat ditemui di Mataram Grand Ballroom Sabtu (10/7).

Lebih lanjut Harry mengungkapkan, program vaksinasi masal tersebut dimaksudkan dapat memberikan optimisme terhadap peningkatan kegiatan wisata yang aman bagi para tamu hotel.

“Oleh karena itu, penting bagi kami dapat menyambut para tamu dengan lebih baik di masa pandemi ini. Kami memberikan rasa nyaman dan aman karena para karyawan telah divaksinasi,” ujarnya.

Namun demikian, Dia berharap, usai divaksin seluruh peserta tetap mengikuti semua protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah.

Sementara itu, Penanggung Jawab Public Relations Sheraton Mustika Yogyakarta, Bianca Budiastuti menambahkan, Vaccination Care Program akan berlangsung selama PPKM Darurat Jawa-Bali.

Selama pelaksanaan vaksinasi Bianca menjelaskan, Mataram Grand Ballroom telah diatur sedemikian rupa. Meja-meja vaksin dipisahkan berjarak satu dengan yang lainnya untuk menghindari kerumunan.

“Kuncinya, semua peserta vaksin dipastikan telah mengisi link pendaftaran online yang akan mengalokasikan slot waktunya. Sehingga pengaturannya lebih efisien dan berjalan lancar,” terangnya.

Terkait vaksin dosis kedua Bianca menjelaskan akan diberikan Agustus mendatang. Peserta vaksin dosis pertama akan diundang melalui Short Message Service (SMS). “Selanjutnya mereka hanya perlu menunjukkan bukti tersebut di lokasi vaksin,” jelasnya. (naf/sky)

Ekonomi