RADAR JOGJA – Saat banyak aplikasi yang menyasar masyarakat di perkotaan, aplikasi Dagangan justru sebaliknya. Fokus mengembangkan usaha dengan menggandeng pemilik warung kelontong, pedagang kecil serta produsen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dengan menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari produk sembako, bahan segar hingga kebutuhan harian lainnya secara eceran juga grosir, khususnya bagi pemilik warung yang berada di daerah.

Salah satu hal yang dilakukan aplikasi Dagangan ialah melakukan transformasi kegiatan ekonomi menjadi digital.

“Dengan memanfaatkan teknologi, pemilik warung kini dengan mudah bisa melakukan stok kembali barang dagangan melalui aplikasi,” kata Founder Dagangan Ryan Manafe dalam acara Sesarengan Warung Mitra Dagangan, Sabtu (19/6).

Menurut Ryan, kelebihan lain aplikasi Dagangan yaitu bisa menghubungkan produsen UMKM dengan bakul sejenis pedagang kelontong.

Dia mencontohkan, pihaknya sudah ikut mempromosikan produk unggulan UMKM di Kulonprogo, gula merah. Bahkan Ryan menyebut, pernah mengirimkan hingga 10 ton gula merah dari dua UMKM. “Ada pula produk beras, yang bisa diakses langsung melalui aplikasi,” tuturnya.

Mengincar masyarakat yang berada di wilayah daerah, Dagangan percaya dapat memberi dampak luas untuk memajukan perekonomian masyarakat rural.

Terlebih, Dagangan kini sudah meng-cover lebih dari 3.000 desa yang tersebar di wilayah DIJ, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Saat ini, Dagangan berfokus pada perdagangan tradisional yang mencakup 70 persen dari transaksi barang konsumsi seperti; sembako, cemilan, softdrink, makanan kemasan, dan lain-lain.

Sementara itu Konsultan Pusat Usaha Layanan Terpadu (PLUT) Dinas Koperasi dan UKM DIJ, Fitria Asa mengapresiasi kehadiran aplikasi Dagangan, yang tetap mendukung pelaksanaan prokes tapi sekaligusmenjalankan roda perekonomian.

Karena tetap bisa mempromosikan produk dari UKM di DIJ melalui aplikasi. Dia pun berharap nantinya ada kerjasama dengan kalangan perhotelan maupun pelaku wisata lain.

“Bisa dengan showroom kecil atau melihat produk dari aplikasi, wisatawan bisa memesan dan produk diantarkan oleh kurir,” jelasnya. (om5/sky)

Ekonomi