RADAR JOGJA – BRI terus berkomitmen untuk memperdayakan sektor UMKM. Dalam prosesnya, keterlibatan atau kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci utama yang perlu terus didorong dan ditingkatkan.

Upaya tersebut diwujudkan salah satunya dengan penyelenggaraan webinar hybrid (offline dan online) bertajuk Penguatan UMKM Ciptakan Stabilitas Ekonomi di Jawa Tengah dan DIJ, di Rumah Kreatif BUMN, Sagan, Kota Jogja.

Pada kesempatan ini turut hadir pula Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto.

Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto menyampaikan, dalam acara ini BRI menggandeng Kementerian Investasi RI dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI dalam rangka memberikan informasi terkait perizinan usaha dan sertifikasi halal bagi  pelaku UMKM.

“Diperlukan kolaborasi dari berbagai lembaga atau instansi untuk mempermudah dan memperluas akses pelaku UMKM agar mendapatkan pembiayaan yang sehat”, tuturnya.

Upaya pemberdayaan UMKM yang lebih masif sangatlah beralasan. Keberadaan UMKM  berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Saat ini sumbangsih sektor usaha tersebut mencapai sekitar 61 persen. Adapun porsi usaha mikro menempati posisi terbesar yaitu lebih dari 36 persen dari total PDB Indonesia.

Selain itu terdapat lebih dari 64 juta unit UMKM yang mampu menyedot sekitar 97 persen terhadap total tenaga kerja. Hal itu pula yang dilakukan di Rumah Kreatif BUMN yang dikelola BRI.

Dari 200-an rumah kreatif BUMN, 53 di antaranya dikelola BRI. Saat ini jumlah anggotanya mencapai 350 ribu. Secara rutin, selama setahun ini juga sudah digelar 5.000 pelatihan dengan peserta mencapai 127 ribu.

“Targetnya adalah go modern, go digital dan go online, yang akhirnya bisa ekspor,” ungkapnya.

Catur menambahkan, untuk terus mendorong berkembangnya sektor UMKM, beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo bahkan meminta agar porsi kredit untuk UMKM naik mencapai lebih dari 30 persen dari total kredit pada 2024.

Saat ini kredit UMKM berada dilevel di 18 – 20 persen dari total kredit. Seiring dengan semangat tersebut, BRI menargetkan kontribusi usaha mikro sebesar 45 persen terhadap total penyaluran kredit pada 2025.

Sebagai catatan, sampai dengan kuartal I/2021 BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp914,19 triliun, yang mana porsi kredit UMKM mencapai 80,6 persen.

Kontribusi kredit segmen UMKM tersebut telah mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 78,31 persen.

“Dari total penyaluran kredit di sektor UMKM tersebut, segmen mikro menjadi penopang pertumbuhan utama di tengah kondisi ekonomi yang menantang akibat pandemi Covid-19,  dan pada tahun ini ditargetkan Rp 170 triliun,” jelasnya. (*/naf/sky)

Ekonomi