RADAR JOGJA – Perekonomian DIJ dinilai terus tumbuh. Terbukti dari Rp 5,2 triliun uang kartal yang disiapkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIJ untuk Ramadan dan Lebaran ini, tersisa Rp 1,8 triliun. BI DIJ pun sudah menambah kebutuhan uang kartal untuk penukaran uang.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI DIJ Miyono mengatakan, dari pengecekan 30 April lalu, dari total Rp 5,2 triliun masih terdapat sisa uang pecahan besar sebanyak Rp 1,8 triliun. Sedangkan untuk uang pecahan kecil terdapat 432 miliar rupiah. “Harapan kami saat menyusun perencanaan ini, perekonomian DIJ memang akan tumbuh lebih baik,” katanya di Gedung Heritage BI DIJ, Selasa (4/5).

Menurut dia, BI DIJ memproyeksikan ekonomi DIJ selama Ramadan dan Lebaran tahun ini kecenderunganya sudah positif naik dibanding triwulan yang sama tahun lalu. “Meski secara tahunan agak berat tapi sudah mendekati level positif ketimbang tahun 2020 di awal masa pandemi,” tambahnya.

Untuk penukaran uang baru, secara tahunan, BI DIJ menyiapkan kebutuhan uang kartal sebesar Rp 23,6 triliun di 2021 ini. Jumlah tersebut terdiri dari Rp 22,6 triliun uang pecahan besar dan satu triliun uang pecahan kecil. Jumlah tersebut lebih besar dari 2020 yang hanya Rp 16,6 triliun.

Biasanya, lanjut dia, untuk melakukan penukaran uang pecahan menjelang lebaran di lakukan di lokasi umum atau pusat perkotaan. Tapi karena di tengah pandemi maka BI DIJ bekerja sama dengan 35 bank umum untuk melakukan pelayanan penukaran uang kepada masyarakat di 49 loket penukaran perbankan.

Selain itu BI tetap melakukan pelayanan penukaran uang rusak dan uang pecahan hari kemerdekaan Indonesia ke 75, untuk melakukan penukaran uang rusak bisa di lakukan pada tiap hari kamis, untuk uang peringatan hari kemerdekaan republik Indonesia senilai Rp 75.000. ”Dengan NIK, setiap hari setelah mendaftar, satu hari dapat menukar 100 lembar,” jelas Miyono. (cr1/pra)

Ekonomi