RADAR JOGJA – Sebagian kecil kusir andong Malioboro telah menyuskseskan transaksi digital sebagai transaksi pembayaran. Sebanyak 88 andong wisata itu telah dilengkapi metode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Ketua Paguyuban Kusir Andong Jogja, Purwanto mengatakan, setelah dilengkapi metode QRIS sistem pembayaran konsumen tidak perlu lagi menggunakan transaksi uang tunai. Pemberlakukan transaksi digital ini dilakukan sudah hampir 2 tahun jauh sebelum pandemi. “Iya, pembayarannya tinggal scan lewat barcode itu. Nggak perlu lagi pakai uang cash,” katanya.

Purwanto menjelaskan, sejauh ini sebagian anggota sudah turut dengan aplikasi QRIS-Dana sejumlah 60 orang, kemudian 28 orang tergabung dengan QRIS-LinkAja. Menurutnya, penggunaan aplikasi ini lebih cenderung memudahkan dan membantu lebih ngirit. Karena uang pembayaran dari konsumen bisa langsung ditabung masuk ke rekening masing-masing. Disamping itu, bisa untuk meminimalisir potensi penyebaran virus korona dari sentuhan uang tunai tersebut.

“Enak pakai aplikasi karena kalau pulang nggak bawa uang. Kalau bawa uang pasti harus mampir kemana untuk jajan. Tapi kalau masuk ke rekening langsung untuk di rumah atau tabungan,” ujarnya.

Sebelum pandemi, sudah banyak anggota yang memakai aplikasi maupun transaksi pembayaran non tunai. Namun, ia tidak menampik saat pandemi Covid-19 seperti ini, sangat sepi lantaran tidak ada tamu atau wisatawan yang datang. Sehingga, banyak di antaranya yang memilih untuk libur dan tidak mengoperasikan andongnya. “Banyak yang tidak beroperasi, karena sepi banget. Ya kan daripada cuma capek, akhirnya pilih libur. Jadi, sekarang ini tinggal sekitar 25 persen yang jalan,” jelasnya.

Pun kendala lain, belum semua kusir andong Malioboro yang jumlahnya 385 itu menggunakan traksaksi pembayaran non tunai. Dikarenakan belum memiliki gawai yang mendukung. Maupun dari faktor usia kusir itu sendiri. “Ya karena ada yang sudah sepuh, nggak bisa pakainya. Atau masih muda, tapi belum punya uang buat beli itu,” tandasnya.

Sementara, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIJ, Miyono mengatakan program QRIS Gumaton 2021 ini diharapkan bisa meningkatkan akseptasi penggunaan QRIS oleh semua pelaku usaha di Tugu, Malioboro dan Keraton.

Selain kepada komunitas Kusir Andong Malioboro Bank Indonesia juga telah menggandeng Penyedia Jasa Sistem Perbankan (PJSP), baik bank, maupun non-bank, komunitas pelaku usaha di sepanjang Tugu, Malioboro dan Keraton, pengusaha DIJ, hingga elemen masyarakat, untuk berpartisipasi dalam penyuksedan program 12 Juta Merchant QRIS. “Di masa pandemi Covid-19 ini, transaksi secara contactless juga dapat memperkecil risiko penyebaran virus, dibanding transaksi dengan uang tunai,” katanya. (wia/bah)

Ekonomi