RADAR JOGJA – Sebagai bagian dari pemulihan ekonomi, hingga Februari 2021 lalu sudah disalurkan fasilitas kredit sebesar Rp 5,76 triliun di DIJ. Itu diperuntukan bagi  95.995 debitur. Yang diharapkan bisa menggerakan perekonomian.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIJ Parjiman mengatakan, masa pandemi Covid-19 ini berdampak berat bagi sektor UMKM di DIJ. Dia menyebut, sebagai daerah yang mengandalkan sektor pariwisata dan pendidikan, DIJ sangat merasakan dampaknya. “Usaha yang terkait, seperti perhotelan, transportasi, kuliner yang menyediakan suplai ke hotel, restoran hingga warteg sangat terdampak,” katanya dalam Sosialisasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) kepada pelaku UMKM di Kantor Perwakilan DPD RI DIJ Kamis (4/3).

Parjiman menyebut, dampaknya terasa hingga pertumbuhan ekonomi DIJ yang mengalami konstraksi. Tapi, lanjut dia, mulai semester tiga 2020 mulai ada kebangkitan. Pemerintah pun mengucurkan bantuan kredit, subsidi, sampai dengan relaksasi sampai dengan kebijakan fiskal lainnya. “Kuncinya di permintaan, kalau tidak ada permintaan usaha akan lemah,” ungkapnya.

Dia pun menyebut, selama enam bulan terakhir sejak Agustus lalu, sebagai bagian dari PEN telah disalurkan dana ke perbankan untuk fasilitas kredit sebesar Rp 5,762 triliuan. Sudah disalurkan ke 99.995 debitur di DIJ. “Realisasi penyaluran kredit yang berasal dari penempatan utang negara ini sudah mencapai 114,47 persen dari target,” ungkapnya sambil berharap realisasi berikutnya bisa lebih besar.

Sementara itu anggota DPD RI dari DIJ Cholid Mahmud berharap OJK dan perbankan di DIJ bisa bersinergi dengan pelaku usaha, khususnya UMKM di DIJ. “Harapan kami bisa bersinergi dengan masyarakat untuk membangkitkan ekonomi di DIJ,” ujarnya.

Termasuk kemudahan dalam mengakses PEN bagi UMKM di DIJ. Karena itu dalam kegiatan tersebut, Cholid mengundang beberapa perwakilan UMKM di DIJ supaya bisa mendengarkan paparan. “Kegiatan ini diikuti beberapa asosiasi secara online maupun offline,” ungkapnya. (pra)

Ekonomi