RADAR JOGJA- Kesuksesan dan penggunaan strategi pemasaran yang tepat tidak bisa dipisahkan.

Strategi pemasaran yang tepat bisa memaksimalkan penjualan online dengan cara:

Membangun brand awareness

Mengubah data menjadi konversi

Mengubah prospek menjadi pelanggan setia.

Jika mampu memanfaatkan peluang dan  kekuatan internet, setiap usaha, baik besar atau kecil, punya peluang yang sama. Kuncinya, menurut Dedi Ariko selaku penyedia layanan digital marketing dari Garuda Website, kita perlu tahu tahapan utamanya. Tahapan tersebut meliputi membangun hubungan dengan pelanggan  hingga pengumpulan data.

Ada 9 tahapan utama saat menerapkan digital marketing yang tidak boleh di lewatkan, yaitu:

Bangun Hubungan yang Baik dengan pelanggan,merupakan kunci utama ini harus selalu dipegang karena sukses tidaknya usaha,  tergantung dari pelanggan.

Ketika Anda dan pelanggan memiliki hubungan yang buruk, lantas, siapa yang akan menggunakan produk Anda? Apalagi di era serba digital, Anda bisa lebih dekat dengan pelanggan tapi di sisi lain, hoax juga semakin mudah berkembang.

Inilah tantangan yang harus Anda lalui: bisa menggunakan media digital, bisa menggunakan sentuhan personal untuk membangun hubungan emosional dengan pelanggan.

Jika mampu mengambil hati dan berhubungan baik dengan pelanggan, secara tidak langsung, Anda akan memiliki peluang lebih besar seperti mendapatkan brand awareness, pemasaran dari mulut ke mulut, image yang baik, kesuksesan lebih lama.

Meningkatkan Potensi Referensi

Dalam hal ini, referensi bisa berkaitan dengan segala sesuatu yang berkaitan untuk memaksimalkan  konversi dengan biaya minimal.

Untuk memaksimalkan potensi referensi, ada tahapan yang perlu diperhatikan:

Miliki program yang tepat.

Buat media, bisa berupa website, media sosial atau apapun itu, agar pelanggan mudah untuk menemukan bisnis Anda.

Melakukan blasting atau insentif untuk referensi tersebut. Jadi, referensi akan semakin diketahui.

Agar hasilnya maksimal, anda harus mulai dari memilih orang yang kompeten di bidangnya, misalnya dalam digital marketing.

Meningkatkan Penjualan Online lewat Website

Pada dasarnya, ada 2 kategori strategi penjualan online, yaitu:

Saluran pemasaran volume tinggi: contohnya penggunaan Google Adword.

Konten marketing dengan target selektif: contohnya dengan penggunaan konten blog menggunakan kata kunci spesifik yang sesuai dengan bisnis Anda.

Kedua strategi tersebut bisa dilakukan, jika Anda memiliki website yang tidak hanya user friendly tapi juga usable dengan struktur yang baik.

Artinya, website tersebut haruslah:

Mudah digunakan dan diakses.

Memiliki tampilan atau layout menarik.

Jelas navigasi-nya.

Informasi bisa disampaikan dengan jelas.

Mobile friendly.

Jika 5 hal tersebut Anda terapkan dan website memiliki loading yang cepat, maka digital marketing bisa dimaksimalkan.

Tingkatkan Trafik Website lewat Konten Marketing

Apa memiliki website saja sudah cukup? Tentu tidak. Anda harus menyiapkan dan menggunakan konten marketing.

Konten marketing dan website memiliki fungsi untuk:

Membangun brand awareness.

Meningkatkan trafik website.

Meningkatkan trust atau kepercayaan dan hubungan dengan konsumen.

Menghasilkan dan meningkatkan konversi/prospek.

Konten yang digunakan pun tidak bisa sembarangan. Konten marketing haruslah yang berkualitas. Kualitas inilah yang dapat menarik konsumen bahkan meningkatkan penjualan.

Bentuk kontennya tidak hanya berupa teks, bisa menggunakan artikel, infografis, video ataupun yang lainnya.

Penggunaan jenis konten bisa disesuaikan dengan pelanggan misalnya, sebagian besar konversi dihasilkan dari video,karena bisa memanfaatkan video tersebut sebagai konten.

Ada harga ada barang

Pernah mendengar perumpamaan tersebut? Jika pernah, perumpamaan tersebut juga berlaku dalam penggunaan konten untuk meningkatkan konversi.

Adanya konten premium yang berkualitas, seperti produk trial, template, eBook akan menarik pelanggan. Bahkan, konsumen tidak akan keberatan untuk membagi informasi seperti email agar bisa mendapatkan konten tersebut.

Perlu digarisbawahi, setiap bisnis punya prospek dan daya tarik yang berbeda. Namun, apapun jenis konten premium yang digunakan, jangan lupa untuk mengumpulkan informasi kontak sebagai data. Dengan begitu, bisa menindaklanjuti data menjadi prospek.

Penerapan SEO yang Tepat

Search Engine Optimization atau SEO bisa diartikan sebagai tindakan untuk memaksimalkan fungsi website.

SEO ini wajib diterapkan dengan baik pada website,karena SEO memiliki fungsi Meningkatkan trafik website, Memperbesar peluang penjualan,Meningkatkan peringkat website,Memunculkan website di halaman pencarian sesuai kata kunci yang berkaitan.

SEO sendiri dibagi menjadi 2, yaitu:

SEO On Page yang berkaitan dengan strategi atau tindakan optimasi di dalam website yang Anda miliki.

Optimasi tersebut berkaitan dengan beberapa hal, diantaranya:

Link internal yang merujuk atau menuju ke halaman website Anda sendiri.

Kata kunci untuk mempermudah penelusuran menggunakan mesin pencari seperti Google. Dalam penggunaannya, ada 2 keyword, yaitu short tail keyword (kata kunci umum), long tail keyword (kata kunci khusus). Keyword ditempatkan di judul, deskripsi meta, judul gambar, URL, artikel minimal 1 per 500 kata tapi jangan berlebihan.

Halaman landing page.

Loading website.

SEO Off Page

SEO Off page berkaitan dengan segala sesuatu di luar website dan menentukan popularitas website.

Faktor utama untuk optimasi SEO Off Page, yaitu

Share, comment, like di media sosial, backlink atau link dari website lain. Backlink inilah yang paling mempengaruhi kepopuleran website.

Namun, yang perlu diperhatikan, saat menggunakan backlink:

Tempatkan di website terpercaya dan relevan dengan situs.

Membuat konten tautan yang berkualitas tinggi.

Mencari relasi yang sukarela menautkan kontennya dengan website. Selain itu, penggunaan layanan yang berspesifikasi pada Jasa SEO Profesional dan pengoptimalan media sosial juga diperlukan. Apalagi jika konten yang digunakan berpotensi viral dan bisa memaksimalkan awareness ataupun konversi.

Meningkatkan Visibilitas dengan Iklan Online

Konten marketing memang bisa menghasilkan traffic organic dari search engine, misalnya dengan:

Iklan berbayar per klik atau PPC.

Penggunaan Google Adwords.

Membangun Basis Kemitraan Pemasaran dan Penjualan Kembali.

Bisnis yang bisa berkembang lebih pesat dengan sistem basis kemitraan, seperti reseller, dropshipping, affiliate. Salah satu keuntungannya adalah bisa memperkenalkan bisnis secara luas. Di sisi lain juga bisa membantu pihak lain untuk memiliki bisnis.

Kumpulkan Data untuk Pengukuran Metrik Keberhasilan Marketing

Bagaimana Anda bisa mengukur tanpa alat ukur? Sederhananya seperti itu ketika Anda menerapkan strategi pemasaran.

Anda perlu memiliki data atau alat ukur tersendiri untuk menentukan apakah strategi pemasarannya berhasil atau tidak. Dari data dan hasil pengukuran atau analisis tersebut, Anda bisa:

Mengukur tingkat konversi lewat konten tertentu.

Jenis konten yang berpengaruh.

Melacak indikator pendapatan.

Retensi pelanggan.

Total pembelian.

Melacak sumber prospek untuk menerapkan strategi marketing selanjutnya dengan target tertentu. Apapun bisnisnya, bisa dioptimalkan menggunakan cara online. Namun, dengan catatan bisnis harus bergerak secara dinamis mengikuti trend dan kemajuan teknologi internet.

Kreatifitas, penyusunan dan penerapan strategi digital marketing yang tepat sesuai situasi dan kondisi bisa membuka peluang baru. Dengan begitu, ide baru dan strategi penjualan bisa lebih efektif dan mampu meningkatkan penjualan online. (*/sky)

Ekonomi