RADAR JOGJA – Mengatasi dampak pandemi Covid-19, sejak Agustus tahun lalu BPR MSA meluncurkan gerakan dengan tagar #AndaTidakSendiri. BPR MSA siap membantu UMKM maupun orang korban PHK akibat pandemi Covid-19. Tahun ini gerakan tersebut dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan domain.

Direktur PT BPR Madani Sejahtera Abadi (MSA) Y Tri Agung Pujiantoro mengatakan, awalnya pelatihan pembuatan domain ini disediakan untuk enam kelas. Tapi ternyata peminatnya tinggi, kemudian ditambah hingga delapan kelas.

“Pesertanya pelaku UMKM maupun siapa saja yang mau berusaha, kami dampingi membuat toko online dan gratis domain selama setahun,” kata Agung di sela pelatihan di kantor BPR MSA Jalan C.Simanjuntak, Terban, Jumat (8/1).

Agung menambahkan, melalui kegiatan ini BPR MSA melanjutkan gerakan dengan tagar #AndaTidakSendiri. BPR MSA siap membantu UMKM maupun orang korban PHK untuk tetap eksis di masa pandemi ini.

Diawali dengan pembuatan marketplace di awal pandemi. Saat ada pelonggaran, juga menggelar pameran produk UMKM secara offline di pusat perbelanjaan. “Harapannya nanti saling berinteraksi kemudian membentuk komunitas,” ungkapnya.

Tak cukup di situ, BPR MSA pun juga menggelar pelatihan untuk posting produk di media sosial. Mulai dari angel foto hingga pembuatan caption yang menarik bagi konsumen.

Selain promosi, BPR MSA juga memberikan pelatihan dalam proses pembukaan catatan keuangan secara gratis. Hingga kemudian dibuatkan domain. “Karena kalau secara online susah dimengerti, permintaannya pelatihan digelar secara tatap muka, tapi kami batasi pesertanya,” jelas dia.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIJ Srie Nurkyatsiwi yang berkesempatan melihat langsung pelatihan, menyambut baik pelatihan pembuatan domain bagi UKM yang digelar BPR MSA. Menurut dia, saat pagebluk ini menjadi momentum untuk menunjukkan eksistensi pelaku UKM. Dia menyebut pembatasan aktivitas masyarakat di luar rumah justru menjadi kesempatan. “Dengan online jawabannya, karena tetap bisa berjualan dari rumah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Siwi pun memotivasi pelaku usaha untuk terus melakukan inovasi, kreatif dan menunjukkan kemauan adaptasi serta kolaborasi untuk bisa bertahan saat ini.

Dia pun mewanti-wanti pelaku usaha yang berjualan online untuk memperhatikan kualitas produk.

Siwi mengaku, masih sering menerima laporan kekecewaan konsumen karena produk yang tidak sama dengan di website saat diterima. “Jaga kualitas nantinya akan berpengaruh pada kontinuitas,” pesannya. (*/naf/ila)

Ekonomi