RADAR JOGJA – Black Kebab merupakan salah satu franchise atau waralaba yang sangat terkenal saat ini di Indonesia. Berawal dari 2015 hingga sekarang, Black Kebab sudah dikenal banyak orang dan merupakan pelopor black kebab pertama di Indonesia yang berpusat di Jogjakarta.

“Awalnya ada satu outlet di Babarsari, kemudian karena banyaknya peminat di masyarakat, kami membuka lagi cabang di Mrican,” ucap Owner Black Kebab Silvia Maycella Yufica Chandra, ST, MT saat ditemui Rabu (23/12) lalu.

Silvia mengatakan, setelah itu banyak yang menanyakan Black Kebab dan mengajak untuk bekerja sama. Akhirnya pada 2016, dia memutuskan untuk membuka kerja sama kemitraan. “Per Desember 2020 Black Kebab memiliki 210 outlet di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Owner Black Kebab yang lainnya, FX. Ricky Ferdinan Sutrisno, ST, MT mengatakan, awal mula berdirinya Black Kebab karena keinginan agar menjadi nomor satu. Dulu waktu pertama kali ada black burger.

“Setelah itu melihat di internet, ternyata black kebab belum ada. Akhirnya kami bikin black kebab dan merek kami sekarang sudah terdaftar di enam kelas merek paten,” katanya.

Untuk warna hitamnya sendiri, Ricky menjelaskan, warna tersebut didapatkan dari biji kluwek yang biasa dipakai untuk memasak rawon. Black Kebab juga memiliki beberapa menu andalan seperti Black Champion, Kebab Tuna dan Triple Cheese. Ricky juga mengatakan, pandemi ini berdampak pada usaha Black Kebab ini.

“Yang paling kerasa yang outlet di mall ya. Sepi bukan karena kebabnya yang sepi, karena pengunjungnya nggak ada. Namun, bulan-bulan ini sudah mulai meningkat. Malah outlet yang di luar itu penjualannya meningkat lewat aplikasi ojek online,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini terjadi karena masyarakat yang ingin membeli Black Kebab secara langsung cenderung takut dikarenakan adanya pandemi. Akhirnya masyarakat membeli lewat aplikasi online. “Kami juga sempat dipuji oleh sewa teras Indomaret karena yang lain pada keluar, kami malah banyak nambah outlet,” kata Ricky.

Salah satu kiat yang dilakukan selama pandemi ini, menurutnya, harus tetap mempertahankan rasa, kualitasnya juga harus tetap dipertahankan. “Untuk pramuniaga Black Kebab juga diharuskan mematuhi protokol kesehatan dengan pakai face shield dan juga masker,” jelas Ricky.

Kiat lain, dia memberikan voucher dan diskon kepada pelanggan. Menurutnya hal ini sangat penting untuk menjadi perhatian saat pandemi ini karena dengan menyuguhkan rasa yang sama ditambah dengan adanya diskon, pelanggan akan lebih tertarik untuk membeli Black Kebab.

Dia mengatakan, selama ini Black Kebab dapat berkembang secara pesat karena adanya dukungan dari Kementerian Perdagangan Indonesia. Oleh Kementerian Perdagangan, lanjutnya, mendapatkan fasilitas booth pameran untuk pameran internasional franchise di Manila, Hongkong, dan Arab Saudi. Saat ini Black Kebab telah meraih 29 penghargaan dan 3 penghargaan internasional.

“Kami juga menonjolkan kemasan. Motif kemasan Black Kebab juga dibuat berbeda dengan yang lain supaya menambah ciri khas tersendiri di benak konsumen. Motif batik pada kemasan juga untuk mengenalkan ke warga mancanegara saat pameran di luar negeri,” tuturnya. (*/om1/ila)

Ekonomi