RADAR JOGJA –  Pihak PT TIKI JALUR NUGRAHA EKA KURIR (JNE) beserta pengacara Hotman paris telah melakukan press conference terkait hak jawab JNE, yang berlangsung secara singkat di Jetski Cafe Jakarta, Rabu (16/12).

Topik hak jawab JNE ini mencakup isu-isu yang beredar terkait JNE di media sosial. VP Marketing JNE Eri Palgunadi memastikan, Hanny Kristianto bukanlah CEO JNE, begitu pula dengan Haikal Hassan yang dikabarkan menjadi pemegang saham di JNE. Saat ini pemegang saham di JNE ada enam orang dan Haikal Hassan tidak ada kegiatan apapun di JNE.

”HUT JNE 30 menerima ucapan selamat dari banyak tokoh seperti Ahok dan Gubernur Jawa Tengah. Haikal hassan salah satunya jadi hanya sekadar mengucapkan selamat,” jelasnya.

JNE tidak berafiliasi dengan siapapun dan lembaga manapun yang merugikan masyarakat. Presiden Direktur JNE Feriadi Soeprapto turut menegaskan tidak terikat aktivitas politik apapun.

”JNE itu netral. Kami hanya ingin berbisnis membantu UKM. Kemudian dapat membantu anak yatim piatu, masyarakat yang membutuhkan bantuan. Ya hanya ingin mencari keberkahan,” ucap M. Feriadi Soeprapto .

Tuduhan lain terkait penyokong teroris pun dibantah. Selama ini JNE mendukung seluruh kegiatan karyawannya yang beragam keyakinan. ”Tidak pernah membedakan wilayah-wilayah tertentu dalam memberikan bantuan. Semua bantuan di distribusikan ke seluruh Indonesia,” jelasnya.

Saat ini JNE berada pada posisi stabil dan tidak mengalami kebangkrutan sekalipun adanya hashtag #BoikotJNE. Pertumbuhan bisnis bulan ini mencapai 10-15%, kemungkinan akan meningkat. Sampai saat ini pihak JNE megungkapkan tidak pernah melakukan PHK pada karyawannya dan optimis menutup audit dengan baik.

Namun, pihak JNE menduga adanya persaingan usaha yang tidak sehat. Pada HARBOLNAS (12/12), moment perusahaan pengiriman untuk mendapatkan pengiriman secara besar-besaran. Pada saat yang bersamaan, JNE mengalami isu yang diduga dari pihak kompetitor agar pelanggan berpindah dari JNE.

JNE sendiri belum mengambil jalur hukum terkait isu dan hoax yang beredar, saat ini hanya melakukan somasi. ”Sampai saat ini belum ada yang bisa membuktikan bahwa JNE berafiliasi dengan kelompok tertentu. Setelah somasi terbuka ini , kalau masih ada yang memfitnah. Kami baru akan menindak lanjuti akan kami laporkan polisi terkait pencemaran nama baik,” ungkap Hotman Paris selaku pengacara JNE. (sce/naf/ila)

Ekonomi