RADAR JOGJA – Bank BPD DIY mengambil peran dalam pembangunan tol Jogja-Solo yang digadang-gadang dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Hal itu diungkapkan Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad.

Dia mengungkapkan dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU), antara BPD DIY dan PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM), di Kantor BPD DIY, Selasa (15/12), dapat memberikan semangat bagi semua. “Juga memberikan dampak yang positif bagi perekonomian di Jogjakarta, karena tol yang dibangun ini sangat strategis,” tuturnya.

Dia menjelaskan, kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik jangka pendek maupun jangka panjang. “Dalam jangka pendek BPD DIY lebih berfungsi lagi sebagai intermediary bank, sehingga fungsi di dalam pembangun proyek konstruksi strategis nasional dapat berperan aktif,” ucap Santoso.

Sementara untuk jangka panjang, tol ini menurutnya sangat strategi dalam pengembangan ekonomi di Jogjakarta. Selaras dengan itu pihaknya mencoba terus berkembang selaras dengan tuntutan perkembangan masyarakat di Jogjakarta. “Ini menjadi momentum segera bangkit dari kondisi Covid-19,” ucapnya.

Adapun beberapa hal yang dikerjasamakan antara BPD DIY dengan PT JMM menyangkut pembayaran dana ganti untung talangan tanah melalui rekening PT Bank BPD DIY. Kemudian kerja sama pembiayaan dengan sub kontraktor yang mengerjakan konstruksi, lalu kerja sama pembiayaan dana talangan tanah. Juga kerja sama kredit investasi untuk pembangunan tol PT JMM.

Direktur Utama PT JMM Adrian Priohutomo mengatakan, selaras dengan program pemerintah terkait pembangunan infrastruktur, maka PT JMM berperan melaksanakan pembangunan tol ini dari Jogja-Solo-Kulonprogo yang panjangnya mencapai 97 km. Dari jarak itu dikatakannya sebagian besar ada di Jogjakarta.

“Berharap dengan adanya tol ini dapat memenuhi kebutuhan transportasi, jalan raya, khususnya yang memberi manfaat kepada masyarakat. Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekitarnya, khususnya Jogjakarta,” ujar Adrian.

Dia mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi fokusnya, integrasi Aeropolis di Kulonprogo. Kedua, ada rencana penyesuaian trase, di Mlangi, Sleman karena ada pesantren yang terlampaui trasenya. Saat ini pihaknya tengah berdiskusi dengan Pesantren. Ketiga yaitu dukungan dari Pemprov untuk seksi tiga tol.

Dia juga mengungkapkan untuk kebutuhan pendanaan ditaksir sebesar Rp 18,9 triliun dan juga backup dana talangan, paling tidak Rp 3 triliun. (sce/ila)

Ekonomi