RADAR JOGJA- Bank Indonesia (BI) menggelar pertemuan tahunan 2020. Di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) pertemuan dilakukan di Royal Ambarrukmo kamis (3/12). Dalam pertemuan itu hadir secara langsung wakil gubernur DIJ, KGPAA Paku Alam X. Juga hadir Kepala Perwakilan BI DIJ, Hilman Trisnawan. Juga hadir para pejabat penting yang lain.

Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) tahun ini, BI mengusung tema Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi. Tema itu diambil lantaran sejak di bulan Maret lalu ekonomi nasional diguncang hebat akibat dari adanya pandemi Covid-19.  Presiden Joko Widodo yang hadir secara virtual dalam acara PTBI tahun ini memberikan arahannya.  Presiden memberikan apresiasi terhadap kinerja BI selama ini. Terutama kaitannya dengan mulai membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, Jokowi juga meminta agar BI dan semu pihak untuk tetap fokus. Bekerja bersama-sama untuk kembali memulihkan ekonomi nasional.

”Saya harap BI terus berkontribusi dlam sektor riil, juga di penciptan lapangan kerja dan membantu UMKM, buang jauh-jauh ego sektoral,” harap Jokowi. Guncangan yang hebat juga dialami oleh Daerah Istimewa Jogjakarta. Apalagi DIJ sangat mengandalkan dunia pariwisata. Dengan menurunnya kunjungan dan kegiatan pariwisata di DIJ, tentu mengurangi pertumbuhan ekonomi di DIJ.

Pada triwulan kedua, pertumbuhan ekonomi DIJ -6,4 persen. Namun, di triwulan ketiga, pertumbuhan ekonomi DIJ mengalami kenaikan. Meski masih ada di level minus juga yakni -2,5. ”Kita memiliki optimisme yang tinggi menyambut 2021, tapi masih ada beberapa tantangan. Di triwulan ketiga ekonomi DIJ tumbuh tinggi, Insya Allah di triwulan keempat pertumbuhan bisa naik lagi,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIJ, Hilman Trisnawan. Untuk membantu kembali memulihkan perekonomian di DIJ, BI DIJ sudah melakukan berbagai macam program.

Misalnya Program Bejo Talk. Kemudian ada program Sinergi Pariwisata Ngayogyokarto (Siwignyo). Lalu ada program Smart Traditional Market (Semar). Serta ada pula program Koordinasi Pengendalian Inflasi Jogja Sekitarnya (Kopi Joss). Lebih lanjut Hilman cukup percaya diri bahwa perekonomin di DIJ akan recovery di tahun 2021. Meskipun jumlahnya juga tidak bisa langsung tinggi. “Pada 2021 akan segera recovery dengan proyeksi pertumbuhan yakni 3,9 – 4,3%,” jelas Hilman.

Tak lupa Hilman juga kembali menekankan pentingnya sinergi antar sektor agar pemulihan ekonomi bisa segera dilakukan. Sinergi yang baik harus hadir dari tubuh BI sendiri kemudian pemerintah DIJ, OJK, Akademisi, Asosiasi, Pelaku Usaha, dan juga para mitra kerja. “Dengan sinergi itulah DIJ menunjukkan ketahanan menghadapi dinamika Covid-19 maupun ekonomi global. Dengan sinergi, transformasi dan inovasi, kami optimistis DIJ akan mendorong Indonesia menuju negara maju yang semakin sejahtera,” harapnya. Sinergi juga menjadi kata kunci bagi Pemerintah Daerah DIJ. Seperti yang diungkapkan oleh wakil gubernur DIJ, KGPAA Paku Alam X. “Pemda DIJ selalu menekankan kerja sama lintas sektor dalam melaksanakan pembangunan,” katanya. (*/kur/gp/sky)

Ekonomi