RADAR JOGJA – Investasi syariah online adalah program penanaman modal di instrumen keuangan yang menerapkan sistem kerja dan prinsip sesuai ajaran Islam. Karena berbasis online, Anda bisa melakukan investasi secara mudah dan instan langsung dari smartphone atau PC Tanpa perlu repot dan mengantre di kantor.

Sekarang ini sudah banyak bermunculan investasi syariah online dengan produk yang beraneka macam. Anda bisa memilih program investasi sesuai modal dan keuntungan yang ingin diperoleh.

Tujuan investasi syariah adalah supaya umat muslim bisa bergabung investasi tanpa adanya unsur-unsur riba, gharar dan maisir. Tanpa perlu panjang lebar, mari disimak pembahasan dibawah.

Prinsip Investasi Syariah

  1. Halal

Dalam investasi syariah tidak ada produk ataupun barang yang mengandung unsur-unsur haram. Semisal alkohol, babi, dan lain sebagainya. Investor tidak diperbolehkan menginvestasikan uang mereka kepada instrumen yang memiliki konsep swap, riba dan judi.

  1. Bebas Riba

Investasi syariah online dipersembahkan khusus bagi umat muslim yang ingin mendapat keuntungan tanpa khawatir adanya bunga hasil keuntungan berinvestasi. Seperti yang diketahui, hukum memakan uang riba (bunga) itu haram menurut Al-Quran & Hadits.

  1. Manfaat

Asas pembagian hasil keuntungan antara pengelola dana dan investor ditujukan untuk memperoleh manfaat bagi kedua belah pihak.

  1. Adil

Sesuai poin sebelumnya, pembagian keuntungan untuk memperoleh manfaat diantara kedua belah pihak dilakukan dengan adil. Tidak boleh ada salah satu pihak yang dirugikan atau lebih diuntungkan. Prinsip investasi syariah yang adil membuat Anda bisa menanamkan uang dengan aman.

Berbagai Jenis Investasi Syariah 

  1. Reksadana Syariah

Perkembangan reksadana yang berbasis syariah di Indonesia semakin pesat seiring berjalannya waktu. Pilihannya bervariasi dan komplit, mulai dari pendapatan tetap, pasar uang, pendapatan campuran dan bahkan saham.

Salah satu fitur yang membedakan dari reksadana konvensional adalah cleansing. Yaitu proses membersihkan reksadana dari setiap pendapatan yang tidak sesuai prinsip syariah. Nah, pendapatan ini dipakai untuk tujuan amal.

  1. Saham Syariah

Investasi saham syariah adalah program menanamkan modal ke perusahaan-perusahaan yang bergerak di bisnis sesuai syariat Islam. Konsep saham yang diterapkan adalah kegiatan syirkah/musyarakah. Yaitu menyertakan modal dengan hak bagi hasil keuntungan usaha.

Untuk mematuhi prinsip investasi syariah, maka tidak memilih saham perhotelan, bank konvensional dan rokok.

  1. Crowdfunding Syariah

Crowdfunding Syariah bukan hanya tersedia secara konvensional, namun sudah mulai banyak yang berbasis syariah. Yaitu menerapkan imbal hasil tanpa dikurangi biaya apapun dan proses pendanaan sangat mudah. Melalui program ini, Anda bisa membantu pelaku UMKM melancarkan usaha mereka. Salah satunya adalah inFishta.

inFishta adalah salah satu program investasi syariah online yang bergerak di bidang perikanan. Bertujuan untuk menjadi penghubung antara pelaku usaha perikanan di timur nusantara dan investor.

Sejauh ini, inFishta berhasil memanen dan menjual lebih dari 340 ton ikan dengan profit share stabil.

  1. Investasi Emas Syariah

Sejak dahulu, emas menjadi pilihan investasi masyarakat untuk mengamankan uang yang dimiliki. Dengan harganya sekarang yang sudah mencapai lebih dari Rp 1 juta, membuat emas cocok untuk dipilih.

Anda semakin dipermudah dengan metode menabung emas yang ditawarkan banyak bank syariah. Investasi seperti ini aman untuk jangka panjang dan minim risiko.

  1. Investasi Properti Syariah

Jenis investasi syariah yang akan memberi Anda keuntungan besar adalah properti. Dengan harga yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun, membuatnya banyak dilirik investor. Namun, untuk memulainya Anda membutuhkan modal lumayan besar.

Prinsip investasi syariah adalah tidak melibatkan penipuan keuntungan dari transaksi jual beli dan bebas riba. (*/tif)

Ekonomi