RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 turut berdampak pada krisis ekonomi skala global. Ancaman resesi ekonomi membuat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pasar saham cenderung menurun. Terlebih sejak kebijakan PSBB jilid 2 di DKI Jakarta diumumkan pekan lalu, IHSG anjlok. Di tengah ketidakpastian  kondisi pasar saham dan pasar uang, harga emas justru terus merangkak naik hingga 35% dalam tahun ini. 

Tercatat hingga Rabu (16/9) harga emas di Galeri24 mencapai Rp 1.087.000 per gram. Emas batangan atau logam mulia (LM) menjadi pilihan sebagian masyarakat untuk berinvestasi di tengah pandemi.

“Emas bersifat safe haven, yaitu investasi aset yang nilainya bisa bertahan bahkan terus meningkat di tengah gejolak pasar. Posisinya yang marketable pun memudahkan masyarakat untuk menjual emasnya ketika membutuhkan dana likuid,” ujar Kepala Departemen Pengembangan dan Pemasaran Galeri 24 Arisandi L Tardiana.

Arisandi menyarankan, masyarakat yang ingin berinvestasi dengan dana besar sebaiknya melakukan investasi berwujud emas batangan. Jika memiliki dana kecil, bisa diwujudkan dengan emas perhiasan.

Emas yang tersedia di anak perusahaan PT Pegadaian Persero ini mulai dari pecahan 0,2 gram hingga 100 gram. Tak hanya memenuhi investasi, tapi juga menonjolkan sisi estetika dari desain yang beragam. Mulai dari tema Nusantara, karakter Disney hingga pecahan mata uang Dinar yang bisa dilihat di kataloggaleri24.com. Masyarakat juga bisa melakukan buyback produk emas Antam dan UBS.

Arisandi menambahkan, hingga 30 September mendatang berlangaung promo pembelian emas di area Kalimantan, Surabaya dan sekitarnya, serta Jawa Tengah dan Jogjakarta.

“Inilah saat yang tepat bagi masyarakat untuk investasi emas, karena besar kemungkinan harganya akan terus melambung selama pandemi ini,” tandasnya. (sky/tif)

Ekonomi