RADAR JOGJA – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang kehutanan, Indonesian Forestry and Governance Institute (IFGI), mengenalkan pertanian modern. LSM yang berada di Depok, Sleman, ini sudah berdiri sejak tahun 2010.

Berangkat dari hobi yang sama, pegiat agribisnis Agus Affianto bersama rekannya mengembangkan pertanian modern berbasis mikroba. Selain itu mereka juga memanfaatkan Internet of Things (IoT) untuk mengontrol seluruh proses pertanian.

Hingga kini, di lahan seluas 1.200 m2 itu terdapat lebih dari 100 jenis tanaman anggur dari berbagai negara yang sedang mereka kembangkan.  “Kami baru uji coba apakah valid berbuah di Indonesia. Jenisnya macam-macam, dan salah satunya impor dari Ukraina,” jelas Agus.

Tak hanya anggur, IFGI juga membudiyakan berbagai tanaman seperti jahe merah, kunyit hitam, dan pegagan. Mereka juga telah mencoba menanam bakau di air tawar dan tanah kering. “Bakau ini sudah bertahun-tahun di media kering. Sebelumnya kami fermentasikan dengan mikroba,” tambahnya.

Bukan hanya berorientasi bisnis, IFGI juga melakukan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian. “Masyarakat kita kan melihat baru percaya. Jadi memang kita kembangkan, kita lihat validitasnya, kontrol, dan sebagainya. Sekaligus ini sebagai tempat pembelajaran,” ujar Agus. (sce/mg1/laz/ila)

Ekonomi