RADAR JOGJA – Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif (Kemenparekraf) melalui Direktorat Industri Kreatif Film, Televisi, dan Animasi; Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif menggelar Pelatihan Periklanan Kreatif (PART), Adaptasi Bisnis dan Penggunaan Media Daring di Era Pandemi. Acara digelar Jumat-Minggu (4-6/9) di Hotel Alana.

‘’Acara ini untuk membantu UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan pelaku ekraf (ekonomi kreatif) untuk mem-boost produknya,’’ ujar Direktur Industri Kreatif Film, Televisi, dan Animasi Kemenparekraf, Syaifullah.

Peserta pelatihan sebanyak 40-an akan diajari bagaimana membuat konten untuk produk yang akan mereka jual. Tentu melalui media sosial seperti Facebook maupun Instagram. ‘’Kalau jualan melalui marketplacejumlahnya ribuan orang. One to many. Kalau memanfaatkan medsos bisa lebih spesifik,’’ kata Syaifullah.

Pelatihan juga akan membentuk mentality pengusaha agar percaya diri dengan produknya. Bagaimana tetap produktif di masa pandemi. ‘’Bagaimana membuat konten, membuat caption, dan implementasi dengan video dan foto dari handphone,’’ kata Syaifullah.

Sengaja acara tersebut digelar Kemenparekraf di Hotel Alana. Sebelumnya, acara serupa untuk fotografer digelar di Hotel Eastparc. ‘’Sengaja kami split, agar hotel ini ada pemasukan juga,’’ ujarnya.

Termasuk mengajak seniman tari untuk tampil saat pembukaan acara. Supaya mereka juga ikut mendapatkan penghasilan. ‘’Para penari merupakan bagian dari ekonomi kreatif. Termasuk melibatkan event organizer(EO) lokal, karena mereka juga hidup dari dunia ekraf,’’ kata Syaifullah.

Pihaknya bekerja sama dengan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Pusat. Ketua Umum P3I Pusat Janoe Arijanto dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) P3I Pusat Hery Margono ikut menjadi pemateri acara tersebut.

Pelaku ekraf harus melakukan adaptasi bisnis serta memanfaatkan media daring. ‘’Adaptasi dalam hal mindset. Kadang ada hambatan mental block. Harus melakukan entrepreneurship, punya jiwa inovasi produk, pemasaran, gunakan media daring, metode produksi, bahan baku berubah, inovasi kelembagaan. Visi misi juga harus diubah,’’ kata Hery. 

Dia menyarankan pelaku ekraf harus melakukan kolaborasi across network. Juga melakukankolaborasi co-branding, co-marketing, co-selling, dan co-production. 

“Harus kolaborasi, kalau enggak, berat,’’ kata Hery. (*/iwa)

Ekonomi