RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada dunia usaha, tapi juga mengubah perilaku pelanggan di seluruh dunia. Pandemi telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam menyikapi kesehatan diri. Kini pelanggan pun makin sadar pentingnya nutrisi dan asupan gizi.

Menyambut Hari Pelanggan Nasional 2020 yang diperingati setiap 4 September, FRISIAN FLAG® tingkatkan layanan untuk kemudahan pelanggan. Utamanya dalam dapatkan informasi dan produk-produk minuman berbasis susu yang bergizi.

Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro mengatakan, Hari Pelanggan Nasional adalah momen penting bagi Frisian Flag Indonesia (FFI) untuk terus menjaga kepercayaan. Hal ini merupakan bagian dari komitmen FRISIAN FLAG® untuk berkontribusi secara positif bagi masyarakat Indonesia, dengan mengusung visi ”Nourishing by Nature” melalui ketersediaan gizi berkualitas.

”FFI terus berinovasi untuk memproduksi minuman susu berkualitas untuk menjadi favorit keluarga serta meningkatkan layanan agar pelanggan mudah mendapatkan produk kami, terutama di masa ini. Meskipun masyarakat dihadapkan pada keterbatasan mobilitas dengan adanya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), produk-produk FRISIAN FLAG® tetap mudah diperoleh,” kata Andrew.

Sebagai mitra keluarga Indonesia selama 98 tahun, FRISIAN FLAG® juga giat menyebarkan informasi untuk menjaga Kesehatan diri dan keluarga. Khususnya tentang asupan gizi seimbang dan gaya hidup sehat di masa AKB.

Selain memastikan kesediaan produk susu, FFI memberikan informasi seputar gizi dan kebaikan susu melalui aset digital FRISIAN FLAG® baik sosial media maupun website (IG dan Twitter : @frisianflagid, FB : FRISIAN FLAG INDONESIA)  serta menyediakan konsultasi mengenai gizi dan tumbuh kembang si kecil dengan ahli gizi melalui Toll free Layanan Peduli 0- 800-1821406 (Senin – Jumat, 08.00-17.30). Layanan ini juga dapat diakses via e-mail layanan.peduli@frieslandcampina.com. Informasi terkait edukasi dan literasi gizi bagi konsumen bisa didapatkan di https://www.frisianflag.com/.

Sementara itu, menurut laporan Tinjauan Big Data 2020 terhadap Dampak Covid-19 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), penjualan online di Indonesia pada Februari-Juli 2020 meningkat tajam dibanding penjualan Januari 2020. Penjualan online di Indonesia melonjak 320% di Maret 2020 dan 480% di April 2020, keduanya dibandingkan penjualan online di awal tahun. Lembaga survei konsumen Nielsen menyebutkan, 30% konsumen merencanakan untuk lebih sering berbelanja secara online sejak pandemi Covid-19 merebak.

Hal ini menunjukkan sikap konsumen yang mengutamakan manfaat khususnya yang menyangkut aspek kesehatan. Produk makanan dan minuman sehat kaya gizi seperti susu, suplemen, menjadi hal yang paling dicari oleh konsumen.

Psikolog Keluarga Ajeng Raviando mengatakan, saat ini terjadi perubahan perilaku konsumen yang tercermin dari keputusannya membeli kebutuhan sehari-hari. Konsumen sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan dan menjadikan risiko kesehatan sebagai pertimbangan utama.

Perubahan perilaku konsumen ini dilihat dalam tiga perspektif pengambilan keputusan, yaitu Rasional (konsumen dalam mengambil keputusan pembelian secara rasional dengan menekankan aspek fungsional dan ekonomis). Juga dipengaruhi Eksperiensial (konsumen dipengaruhi perasaan terkait dengan konsumsi produk dan demi mendapat pengalaman yang unik), dan Behavioral (konsumen mendapatkan pengaruh lingkungan misalnya karena suasana tempat yang tenang dan nyaman).

Asupan bergizi (makanan dan minuman), produk-produk sanitasi dan perlengkapan olahraga menjadi prioritas masyarakat di saat ini. Peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga Kesehatan diri dan keluarga, dinilai Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan (PKGK) FKM Universitas Indonesia Ir Ahmad Syafiq, MSc, PhD sebagai satu perubahan perilaku yang positif.

Salah satunya adalah mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung protein hewani dengan kandungan asam amino esensial yang berfungsi memperbaiki sel yang rusak serta menjaga imunitas. Sumber protein hewani banyak ditemui dari susu, daging, dan telur. Syafiq juga menambahkan bahwa asupan gizi harus dibarengi aktivitas fisik dan olahraga rutin agar sistem imunitas dapat bekerja secara optimal. (*/naf/ila)

Ekonomi