RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata di Jogjakarta ini lesu dan secara langsung memberikan efek ke sektor yang lain, termasuk perhotelan. Banyak hotel-hotel di Jogjakarta menjadi sepi tamu menginap dan lebih lagi banyak hotel yang terpaksa tidak beroperasi. Situasi ini menjadi sebuah tantangan baru bagi Wisma MM UGM untuk tetap mempertahankan operasional hotel.

Manager Marketing Wisma MM UGM Hary Yudistira menyebut, sudah menyiapkan beberapa langkah untuk dilakukan. Termasuk dengan membuat berbagai macam promo seperti yang biasa dilakukan. ”Kami mengoptimalkan layanan delivery produk makanan kami untuk menyokong biaya operasional hotel,” ungkapnya, kemarin (18/8).

Layanan delivery produk makanan dikemas Wisma MM UGM dengan paket rice bowl dan paket lunch box. Paket rice bowl dengan berbagai macam pilihan menu ayam seperti ayam geprek, ayam katsu, ayam saus wijen, dan ayam teriyaki. Tidak ketinggalan juga apabila kurang suka dengan menu ayam, ada juga nasi goreng telur mata sapi dan gado-gado. Paket rice bowl ini kami tawarkan dengan harga yang pastinya terjangkau yaitu Rp.17.500,” tuturnya.

Selain penawaran produk makanan, promo lain yang juga ditawarkan di tengah-tengah pandemi ini juga sangat menarik. Mulai dari engagement package yang hanya dengan harga Rp 3 jutaan bisa menyelenggarakan acara pertunangan yang fasilitasnya sangat lengkap. ”Kami juga memberikan penawaran paket private wedding, dengan fasilitas lengkap termasuk rias pengantin hanya dengan Rp 7,5 juta,” jelasnya. (sce/pra/ila)

Ekonomi