RADAR JOGJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja memastikan seluruh peralatan penanganan bencana dan personel dalam kondisi siap. Ini untuk melakukan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi kebencanaan dampak dari fenomena La Nina yang mengakibatkan curah hujan tinggi.

Kepala BPBD Kota Jogja Nur Hidayat mengatakan, prediksi fenomena La Nina akan berlangsung hingga Februari 2022 mendatang. Koordinasi dengan BMKG pun terus dimonitor secara berkala. Pengecekan seluruh peralatan pun sudah dilakukan. “Semuanya dalam kondisi baik dan siap digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi bencana saat musim hujan,” katanya Jumat (29/10).

Nur menjelaskan, selain gergaji mesin, pompa air, armada bermotor, tali, peralatan komunikasi. Salah satu peralatan yang dipastikan dalam kondisi baik ialah EWS yang terpasang 16 titik di sungai-sungai besar yang mengalir di Kota Jogja. Peralatan EWS yang terpasang di sungai untuk memberikan peringatan dini jika terjadi luapan air. Alat tersebut membutuhkan perawatan secara rutin, terutama masalah baterai yang menggunakan solar sel. “Karena kadang-kadang kalau mendung atau musim hujan baterainya terganggu, kemarin ada mati beberapa tapi sudah kami pastikan dalam kondisi baik,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan EWS sangat penting. Terlebih, adanya potensi banjir lajar dingin dari erupsi Merapi seperti yang terjadi 11 tahun silam masih mengancam Kota Jogja. Pun posko pemantauan di Sungai Ngentak Sleman juga selalu disigakan. “Kalau ketinggian air naik, akan segera kami informasikan ke posko induk,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada seluruh Kampung Tangguh Bencana (KTB) melakukan pengecekan peralatan secara berkala. Apabila ada yang rusak segera diperbaiki. Ini agar selalu siap digunakan sewaktu-waktu untuk penanganan bencana. Sampai saat ini sudah ada 130 dari 169 kampung di kota Jogja yang sudah terbentuk KTB. “Seluruh KTB juga kami minta memantau kondisi di wilayahnya masing-masing khususnya di bantaran sungai. Semua memberikan laporan kondisi di kampung setiap pukul 21.00,” terangnya.

Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja meminta kewaspadaan juga patut diberikan pada ancaman angin kencang. Selain mengantisipasi pohon tumbang, Ririk juga meminta ada perhatian pada tiang dan papan reklame besar yang berada di Kota Jogja. “Semua ancaman harus diwaspadai, termasuk papan reklame, harus mulai dicek kondisinya,” kata politisi Partai Gerindra itu. (wia/pra)

DIJ