RADAR JOGJA – Candi Prambanan yang terletak di perbatasan Sleman dan Klaten, Jawa Tengah disiapkan menjadi tempat ibadah terbesar umat Hindu di seluruh dunia. Selain itu, Candi Prambanan juga akan dikonsep sebagai destinasi wisata religi bagi umat Hindu.

Ketua Umum Tim Pencanangan Candi Prambanan Agus Wijaya mengatakan, pencanangan Candi Prambanan sebagai tempat ibadah bagi umat Hindu seluruh dunia itu, berasal dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Menag menginginkan Candi Prambanan bisa menjadi sentra bagi umat Hindu di seluruh dunia.

Agus menjelaskan, total umat Hindu di seluruh dunia itu cukup banyak. Ada sekitar 1,1 miliar orang dan menjadi target yang akan disasar. Sehingga, pemanfaatan Candi Prambanan untuk kepentingan tempat peribadatan umat Hindu dipandang tepat.

Bahkan, UNESCO juga telah menetapkan Candi Prambanan sebagai situs warisan dunia dan candi terindah di dunia. Menurut Agus, sebagai tahap awal dari pencanangan Candi Prambanan sebagai tempat ibadah umat Hindu dunia adalah akan diselenggarakan hari raya internasional yaitu Shivaratri atau Maha Shivaratri. “Di Prambanan harinya Shivaratri/Maha Shivaratri. Shivaratri itu adalah malam Siwa, malamnya Tuhan. Kemudian kegiatan lainnya adalah hari raya nyepi, dan abhiseka semacam ulang tahunnya Candi Prambanan. Kemudian ada lagi Festival Yoga,” jelasnya, kemarin (8/10).

Agus menambahkan, pada Januari 2022 mendatang akan dilakukan simulasi skala kecil pelaksanaan Shivaratri dengan mengundang perwakilan lembaga agama Hindu dari sejumlah negara. Tujuannya, sebagai latihan untuk nantinya saat dilaksanakan secara besar-besaran pada 2023 mendatang semuanya sudah siap. “Tentu saja, para tamu yang datang butuh penginapan dan butuh makan. Ini banyak hal yang bisa melibatkan masyarakat untuk mendukung kegiatan berskala internasional,” tandasnya.

Pemprov DIJ menyambut baik rencana itu. Sekprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji menyatakan sebenarnya selama ini Prambanan juga sudah jadi tempat ibadah bagi umat Hindu. “Selama ini sudah berlangsung dipakai tempat ibadah,” katanya.

Jika memang akan benar-benar dilaksanakan, Aji menyoroti pentingnya sosialisasi kepada masyarakat. Terutama mereka yang tinggal dekat dengan kawasan candi tersebut. Agar nantinya tidak kaget dan bisa melakukan segala persiapan yang perlu dilakukan. “Bagi DIJ tentu kita harus sosialisasi kepada masyarakat agar kalau banyak warga dari luar negeri yang datang ke sini untuk ibadah itu bisa disambut dengan baik difasilitasi dibantu,” jelasnya. (kur/pra)

DIJ