RADAR JOGJA – Gubernur yang juga Raja Keraton Jogja Sultan Hamengku Buwono X dijadwalkan akan menerima suntikan vaksin Covid-19 khusus lansia, hari ini (13/3). Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Humas Pemprov DIJ Ditya Nanaryo Aji.

Penyuntikan dosis pertama untuk HB X akan dilaksanakan di RSUP Dr Sardjito. Permaisuri HB X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas beserta sejumlah guru besar (gubes) dan tokoh masyarakat, juga akan turut menjalani vaksinasi.

“Acara dimulai pukul 09.00, tapi karena gubernur ada acara di keraton, kemungkinan Ngarso Dalem datang pukul 11.00,” terang Ditya Jumat (12/3).

Sebelumnya, HB X tidak bisa mengikuti gelaran kick off vaksinasi di Jogjakarta untuk sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, lantaran usianya lebih dari 70 tahun. Kala itu vaksin memang belum disetujui untuk disuntikkan kepada orang yang sudah berusia 60 tahun ke atas.

Posisinya saat itu digantikan Wakil Gubernur DIJ Paku Alam X. Pasalnya, vaksin khusus lansia belum tersedia. Belakangan vaksin virus korona untuk lansia sudah lolos uji dan siap disuntikkan.

Dalam beberapa kesempatan, HB X mengungkapkan kesiapannya untuk divaksin. Bahkan dalam sebuah pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan beberapa gubernur di Jawa dan Bali, HB X menjadi satu-satunya gubernur yang belum mendapatkan vaksin virus korona.

55 Anggota DPRD DIJ Disuntik Vaksin

Sementara itu, vaksinasi sudah menyasar anggota DIJ. Jumat (12/3) sebanyak 55 anggota Dewan Provinsi menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama di Kompleks Kantor DPRD DIJ.

Sekretaris DPRD DIJ Haryanta menuturkan, berbeda dengan DPR RI yang turut melibatkan keluarga anggota dewan, di DIJ tidak ada keluarga anggota dewan yang diikutsertakan dalam vaksinasi ini. “Kalau keluarga kan sudah didata sendiri melalui kecamatan, kelurahan,” jelasnya.

Pertimbangan lain karena keluarga anggota dewan bukan merupakan sasaran prioritas dalam vaksinasi tahap dua ini. Selain itu, anggota dewan sebagai pelayan publik juga memiliki risiko yang lebih tinggi terpapar Covid-19, karena kerap berinteraksi dengan masyarakat.
“Dewan sering berinteraksi dengan masyarakat. Dewan juga sebagai pejabat publik. Keluarga nanti diikutkan saat vaksinasi untuk masyarakat,” tambah Haryanta.

Ia menyebut penyuntikan vaksin kepada anggota dewan akan diselesaikan seluruhnya hari ini. Jika ada legislatif yang berhalangan hadir atau tidak lolos tahap skrining, mereka tetap berkesempatan menerima suntikan saat pelaksanaan vaksinasi masal di Jogja Expo Center (JEC) pada Senin (15/3).

“Tadi saat ditensi juga ada yang tinggi, sehingga ditunda,” terangnya.
Selain itu, sebanyak 250 ASN di lingkup DPRD DIJ juga dijadwalkan menerima vaksin di JEC. Kepala Dinas Kesehatan DIJ Pembayun Setyaningastutie mengungkapkan, sejumlah anggota dewan ada yang mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Hanya saja masih tergolong ringan dan jumlahnya tergolong sedikit.

“Ada sedikit demam, sedikit pusing. Setiap kondisi setelah divaksin itu masuk KIPI. Cuma kan KIPI ada yang sedang, ringan, dan berat. Mudah-mudahan tidak tambah banyak,” jelas Pembajun. (kur/laz)

DIJ