RADAR JOGJA – Beberapa proyek strategis di DIJ yang sempat mangkrak akan kembali dilanjutkan. Seperti Pelabuhan Tanjung Adikarto, TPST Piyungan, kereta Bandara YIA, PAM Kamijoro, Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS), dan beberapa trase tol. Demikian pula dengan proyek baru yang sudah lama direncanakan, misalnya aerometropolis di YIA.

Hal itu merupakan arahan langsung Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan kepada Gubernur DIJ Hamengku Buwono X saat rapat koordinasi melalui video konferensi Kamis (4/3).

“Menko mencoba ambil inisiatif melakukan pertemuan bersama gubernur-gubernur yang didampingi bupati-wali kota untuk minta data dan menyelesaikan masalah yang mungkin dihadapi,” terang HB X kepada wartawan di kompleks Kepatiha, usai usai pertemuan itu.

Pada kesempatan ini HB X juga melaporkan proses pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kapanewon Temon, Kulonprogo, yang tak kunjung usai meski 15 tahun lamanya. HB X mengomunikasikan segala permasalahan yang dihadapi kepada Menko Maritim untuk mencari solusi bersama.

“Diminta menyelesaikan apa yang bisa ditindak lanjuti, misalnya Pelabuhan Adikarto karena belum selesai dan jalan keluarnya apa, baru coba didiskusikan menteri yang bersangkutan, sehingga bisa ditindaklanjuti,” papar gubernur.

Sementara itu, Pelaksana Harian Unit Manajemen Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan Program Prioritas Daerah (TP5D) DIJ Rani Sjamsinarsi menjelaskan, untuk mempercepat realisasi pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto, Luhut telah menunjuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk segera melakukan studi dalam rangka mempercepat penyelesaian pembangunan. “Nanti setelah dua bulan, akan dievaluasi,” ungkapnya.

Dijelaskan Rani, saat ini Pemprov DIJ masih menghadapi sejumlah kendala untuk menyelesaikan pembangunan. Meliputi masalah penyatuan aset milik pemprov dengan pemkab serta persoalan kelengkapan infrastruktur lainnya.
Menurut Rani, Menko Maritim dan Investasi pun menargetkan penyelesaian pembangunan Pelabuhan Adikarto di tahun 2021 ini. Namun, menurut Rani, kemungkinan besar pembangunan selesai pada 2022. “Kalau tahun ini belum lah, mungkin tahun depan,” jelasnya.

Selain itu, dari beberapa proyek yang harus diselesaikan, ada satu proyek yang dipastikan akan selesai lebih dahulu. Proyek yang dimaksud adalah jalur kereta menuju Bandara YIA. Menurut Rani, kereta bandara sudah bisa beroperasi pertengahan tahun ini. (kur/laz).

DIJ