RADAR JOGJA – Vaksinasi Covid-19 tahap kedua di DIJ resmi dimulai kemarin (1/3) pagi. Pasar Beringharjo dan Benteng Vredeburg, serta Taman Parkir Abu Bakar Ali di Kota Jogja menjadi dua lokasi pelaksanaan vaksinasi.

Proses vaksinasi ini menyasar 19.900 pelaku usaha dan pekerja informal di kawasan Malioboro, Pasar Beringharjo, dan beberapa wilayah di sekitarnya. Proses vaksinasi akan berlangsung selama enam hari ke depan.

Kegiatan vaksinasi masal itu menjadi satu dari beberapa bagian pelaksanaan vaksinasi tahap kedua yang menyasar pelayan publik dan warga usia lanjut (lansia) di Indonesia. Dalam kesempatan ini, hadir Presiden Joko Widodo.

Jokowi menyatakan kegiatan vaksinasi tahap kedua di DIJ berjalan dengan baik. Ia juga berharap kegiatan vaksinasi ini bisa segera diselesaikan, sehingga nantinya perekonomian masyarakat bisa kembali terangkat. “Begitu juga dengan geliat pariwisata di DIJ,” harapnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang juga mendampingi presiden menilai, pelaksanaan vaksinasi di DIJ sudah cukup baik. Bahkan menurut dia, agak lebih baik ketimbang yang terjadi di DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Budi, kerumunan calon penerima vaksin di DIJ bisa dikendalikan dengan baik. Pihak penyelenggara memang melakukan pembatasan terhadap penerima vaksin yang akan memasuki area injeksi. “Tadi pelaksanaannya jauh lebih rapi, karena biasanya terjadi kerumunan. Tiap satu jamnya diatur 120 orang. Kalau di sini (Benteng Vredeburg) 140 orang, jadi jauh lebih rapi,”  ujar Budi.

Sementara itu, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti menuturkan, dalam sehari rata-rata ada sekitar 3.200 warga yang akan menerima suntikan vaksin di tiga titik lokasi itu. Menurutnya, minat masyarakat untuk menjalani vaksinasi tergolong tinggi.

Namun pelaksanaannya tetap harus dilakukan secara bertahap, mengingat ketersediaan vaksin yang masih terbatas. Saat ini Pemkot Jogja memiliki ketersediaan sekitar 26 ribu dosis vaksin. “Antara minat dan ketersediaan vaksin itu kejar-kejaran. Minat masyarakat sudah tinggi, cuma ketersediaan vaksinnya cukup tidak? Jadi bertahap,” paparnya.

Selama pelaksanaan vaksinasi masal, Pemkot Jogja melibatkan 280 tenaga medis meliputi dokter dan vaksinator yang akan bertugas selama enam hari ke depan.  “Juga melibatkan 18 puskesmas, 11 rumah sakit dan dua klinik dari Polri,” ungkap Haryadi.

Ketua Paguyuban Becak Kayuh Istimewa Paimin (68) yang ikut mendapatkan vaksinasi Covid-19 merasa sangat bersyukur bisa menjadi golongan yang didahulukan sebagai penerima vaksin. Tidak hanya itu, ia berkesempatan melakukan vaksinasi dengan disaksikan langsung Presiden Joko Widodo.

“Senang sudah divaksin, tadi disaksikan langsung Pak Jokowi. Ditanya gimana rasanya divaksin, ya saya jawab tidak ada efek sampingnya, baik-baik saja,” ungkap Paimin, semringah.

Ia berharap vaksinasi Covid-19 ini dapat menyasar lebih banyak pelaku usaha dan pegiat pariwisata, khususnya di Kota Jogja. Sehingga masyarakat, terlebih para wisatawan bisa merasa lebih tenang dan aman saat berkunjung ke Kota Jogja. (kur/laz)

DIJ