RADAR JOGJA – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara massal kepada kelompok sasaran pelayan publik, terutama para pedagang di kawasan Malioboro, dijadwalkan  dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo hari ini (1/3). Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengatakan, sejauh ini belum ada perubahan jadwal rundown acara vaksinasi Covid-19 secara masal.

“Saya nggak bisa menjamin (kunjungan presiden, Red). Tapi rundown-nya masih ada kunjungan Pak Presiden,” kata Emma kepada Radar Jogja kemarin (28/2).  Ia menjelaskan sasaran penerima vaksin kepada kelompok pelayan publik di kawasan Malioboro yang sudah terdaftar total sebanyak 19.897 sasaran. Baik PKL, pedagang toko, pedagang Pasar Beringharjo, dan lain-lain.  “Itu sudah masuk semua satu data. Insya Allah besok kalau pesertanya datang, sudah bisa dipanggil,”  ujarnya.

Pelaksanaannya akan tersebar di tiga titik yakni TKP Abu Bakar Ali, Pasar Beringharjo, dan Benteng Vredeburg. Dengan jumlah sasaran itu ditargetkan dalam sehari bisa melakukan penyuntikan sebanyak 3.200 orang. “Alhamdulillah tidak ada penolakan. Setelah ini selesai akan kita lanjut ke lansia, guru, ASN, dan lainnya,”  jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, bagi yang tidak mau atau menolak divaksin ada konsekuensi yang harus diterima. Berupa wajib menunjukkan hasil swab antigen setiap tiga hari sekali sebagai syarat berjualan. Bukan sekadar sanksi, ini dilakukan demi keselamatan bersama-sama.

“Jangan misleading membacanya. Kami sedang berupaya melindungi kesehatan bagi semua warga masyarakat. Sekaligus berusaha membangkitkan ekonomi, agar pulih seperti sedia kala,” katanya.

Oleh karena itu, pemerintah membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat untuk merealisasikan program vaksinasi ini. Yaitu dengan bentuk menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Termasuk di dalamnya adalah bersedia mengikuti vaksinasi korona.

Sebab, esensi dari vaksinasi masal untuk pelaku wisata di Malioboro serta Beringharjo adalah demi perlindungan bersama. Agar mereka yang sehari-hari beraktivitas di kawasan itu mempunyai daya imunitas melawan virus. Dengan begitu, potensi terpapar Covid-19 diharapkan dapat diminimalisasi.

“Jika seluruh pedagang di Malioboro dan Beringharjo sudah divaksin, setidaknya pelaku usaha akan lebih terlindungi dengan imunitas dari vaksin itu. Sehingga, iklim usaha di kawasan itu perlahan bisa kembali pulih,”  tambah Heroe. (wia/laz)

DIJ