RADAR JOGJA – Hari Jumat ini (26/2) warga tiga kabupaten di Provinsi DIJ memiliki pemimpin baru, hasil Pilkada 2020. Para calon bupati dan wakil bupati dari Kabupaten Bantul, Sleman, dan Gunungkidul itu bakal dilantik di Bangsal Kepatihan, Jogja.

Di Kabupaten Bantul, ada sosok Abdul Halim Muslih. Ia akan memimpin Bantul sampai akhir tahun 2024 mendatang. Sebelumnya Halim adalah wakil bupati mendampingi Suharsono. Pada periode kali ini, Halim didampingi Joko Purnomo.

Menghadapi pelantikannya ini, Halim mengaku tidak punya persiapan khusus. Bahkan ia masih menyempatkan diri menyambangi beberapa kelompok masyarakat di Bantul. “Sebelumnya sudah pernah dilantik dengan Pak Suharsono, jadi tidak ada perasaan deg-degan. Saya lebih banyak menyambangi warga, terutama wisata komunitas di Bantul,” ujar Halim Kamis (25/2).

Setelah proses pelantikan, Halim akan mengadakan doa bersama di kediamannya. Doa bersama dilakukan secara terbatas yang hanya akan dihadiri keluarga maupun kerabatnya saja.

Sementara itu bupati terpilih Gunungkidul Sunaryanta memiliki persiapan yang menarik sebelum dilantik. Ia yang akan didampingi wakil bupati Heri Susanto itu mengaku selama ini memang hobi berolahraga. “Jadi persiapan sebelum pelantikan saya, cukup sering berolahraga. Ya lari, berenang, tenis, badminton, dan voli,” ujarnya kepada Radar Jogja.

Selain itu, Sunaryanta juga mengaku sudah melakukan berbagai hal beberapa minggu sebelum pelantikan. Misalnya menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait seperti kementerian, hingga investor mengenai upaya pembangunan Gunungkidul selama masa kepemimpinannya nanti.

Bupati terpilih Sleman Kustini Sri Purnomo juga tidak melakukan persiapan khusus sebelum acara pelantikan. Ia yang akan melanjutkan kepemimpinan suaminya Sri Purnomo itu bersama wakilnya Danang Maharsa itu, hanya menjaga kesehatan. “Termasuk mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, seperti tes antigen terlebih dahulu,” katanya.

Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Provinsi DIJ Sugeng Purwanto menjelaskan, prosesi pelantikan akan berlangsung di Bangsal Kepatihan, mulai pukul 09.00. Bupati dan wakil bupati terpilih diperkenankan hadir ke Bangsal Kepatihan secara langsung. Namun, dengan mengutamakan prokes untuk mencegah penularan Covid-19.

“Anjuran Menteri Dalam Negeri awalnya sama sekali tidak boleh luring. Kemarin ada arahan lagi, selama bisa ketat dan yang dihadirkan tidak lebih dari 25 orang yang masuk, diperbolehkan secara luring,” jelas Sugeng.
Sedangkan tamu undangan seperti anggota forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) di tiga kabupaten, akan mengikuti prosesi pelantikan secara daring dari kantor masing-masing.

Sugeng menambahkan, upaya pembatasan itu tak terlalu sulit dilakukan. Pasalnya, di DIJ hanya ada beberapa kepala daerah dari tiga kabupaten yang dilantik. “Kalau provinsi lain bisa ada 14 kabupaten kan susah. Mau nggak mau daring. Kalau kita hanya tiga kabupaten, maksimal 25 orang kan tak ada masalah,” jelasnya. (kur/laz)

DIJ