RADAR JOGJA – Senator DPD RI asal DIJ GKR Hemas mengajak masyarakat untuk terus menjaga kesehatan. Supaya tetap bisa beraktivitas seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan. Yang pada akhirnya bisa ikut menggerakkan kembali perekonomian.

Hal itu disampaikan GKR Hemas dalam sosialisasi Pancasila kepada 20 orang perwakilan relawan sosial di Keraton Kilen kompleks Keraton Jogja Sabtu (6/2). “Marilah kita menjaga diri agar tetap sehat dan tetap bisa berkegiatan sehingga perekonomian akan bangkit lagi, dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia,” ajaknya.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengapresiasi para relawan sosial yang terus bertugas selama masa pandemi ini. Apalagi beberapa kali terjadi bencana yang membutuhkan peran para relawan. “Bencana pandemi korona sudah mendekati satu tahun. Kita belum juga bisa keluar darinya. Dukungan dari tim rescue, tim penyelamat dan tim kesehatan tentunya tetap sangat dibutuhkan,” ujarnya.

GKR Hemas menyebut, yang dilakukan para relawan saat ini sesuai dengan

prinsip Kemanusiaan dalam Sila Kedua Pancasila. Dia mencontohkan, saat ada status waspada, status siaga hingga mungkin status awas Merapi, semua bekerja keras menolong sesama umat manusia. Di kala terjadi ombak besar di pantai, semua bergerak melakukan penyelamatan. Demikian juga bila ada berbagai bencana lain. “Saya percaya bapak, ibu dan adik-adik semua patut mendapatkan penghargaan yang lebih baik,” ungkapnya.

Isteri Gubernur DIJ Hamengku Buwono X itu menambahkan, budaya dan kearifan lokal Jogja sebenarnya sudah menerapkan prinsip kebersamaan dengan baik. Dia mencontohkan, ada garis imajiner yang menyimbolkan kesatuan antara manusia dengan Tuhan dan manusia dengan alam. Garis imajiner itu juga merupakan simbol dari bersatunya pemimpin dengan rakyat.

Ibu lima puteri itu juga berpesan bahwa budaya dan kearifan lokal Jogja banyak mengajarkan nilai-nilai luhur, yang juga sangat sesuai dengan Pancasila. “Dengan kebersamaan itu saya yakin semua kebijakan pemerintah bisa diterapkan dengan baik dan efektif,” ungkapnya optimis. “Dengan itu pula saya yakin kita semua bisa keluar dari pandemi korona ini,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu dia mengingatkan, angka penderita korona di Indonesia telah mencapai angka psikologis satu juta orang. Di Jogja sendiri, kata dia, sudah mencapai 23 ribu orang, sementara yang meninggal di Jogja juga sudah menembus angka 500 orang,. Dan masih terus bertambah. Padahal, lanjut dia, dulu di awal penerapan New Normal pada Juni tahun lalu, angka kematian di Jogja masih berhenti di angka 10 orang.

Tetapi dia menyebut, itu merupakan risiko yang harus dihadapi karena besarnya dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh Pandemi ini. Apalagi Jogja adalah tempat pariwisata, sehingga banyak sekali mengundang mobilitas manusia. Karena itu, GKR Hemas mengajak selalu menerapkan protokol kesehatan. Cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, dan hindari Kerumunan. “Jangan pernah patah semangat untuk menolong sesama,” pintanya. (pra)

DIJ