RADAR JOGJA- Menjelang hari H pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gunungkidul, Bantul dan Sleman. Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba, melakukan aksi tunggal di Kantor Bawaslu DIJ, di Jalan DI Panjaitan, Mantrijeron Jogja, Selasa, (8/12).

Kamba mengatakan,  ia membawa wajan, telur, sembako seperti beras, gula, teh serta mengenakan surjan lurik lengkap dengan blankonnya. Aksi ini menyimbolkan agar Bawaslu DIJ tegas dan lebih serius untuk melakukan penindakan terhadap politik uang dan penyalahgunaan bantuan sosial (Bansos) termasuk video tumpukan telor dan wajan penggorengan dengan gambar salah satu pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati di Kabupaten Gunungkidul. Serta pembagian bansos bertuliskam Kemensos dari salah satu paslon di Kabupaten Sleman yang marak jelang pencoblosan (9/12).

Jogja Corruption Watch (JCW) meminta kepada masyarakat yang menggelar Pilkada, jangan memilih paslon yang membagi-bagikan uang termasuk memanfaatkan bansos dari Kemensos untuk nafsu kepentingan politik sesaat . Karena politik uang merupakan perilaku koruptif dan akan melahirkan kepala daerah yang korup. Untuk Bawaslu DIJ diharapkan lebih aktif dalam melakukan pengawasan dan lebih tegas dalam penidakan. Sudah saatnya masyarakat untuk melek politik di Pilkada tahun 2020 ini, untuk tidak memilih paslon yang melakukan money politics, ujar kamba (sky)

DIJ