RADAR JOGJA – Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ kembali melakukan uji coba manajemen dan rekayasa lalu lintas di sirip-sirip jalan Malioboro. Rencananya akan dilakukan selama dua pekan, yakni pada 2 hingga 15 November mendatang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti menjelaskan, uji coba manajemen lalu lintas juga termasuk upaya penataan di kawasan Malioboro. Diharapkan akan memuluskan upaya Pemporv DIJ untuk mengusulkan sumbu filosofis sebagai warisan budaya dunia UNESCO. Terlebih aspek transportasi juga menjadi hal yang dinilai UNESCO. “Dulu sudah diawali menata Malioboro khususnya agara menjadi kawasan yang menarik bukan kawasan hiruk pikuk,” jelasnya kemarin.

Selain itu, bila kendaraan bermotor sudah disteril, diharapkan akan mengoptimalkan beragam jenis moda transportasi publik yang ada. Seperti bus Transjogja, becak, dan andong. Selain itu, keberadaan sejumlah transportasi tradisional dianggap mampu memberikan kesan tersendiri terhadap para pengunjung.

Dalam upaya uji coba itu, nantinya kendaraan bermotor dilarang melintasi ruas jalan Malioboro dan jalan Margo Mulyo. “Kecuali bus Transjogja, kendaraan tidak bermotor, ambulan, pemadam kebakaran, kendaraan patroli, dan tamu keresidenan,” paparnya.

Sistem satu arah akan diberlakukan di sejumlah ruas jalan. Yakni di Jalan Mataram dan Suryotomo. Lalu lintas dibuat searah dari selatan ke utara. Pada jalan Abu Bakar Ali dan Pasar Kembang, arus kendaraan dibuat satu arah dari timur ke barat dimulai dari Simpang Kleringan hingga simpang Badran atau Jlagran.

Kemudian Jalan Gandekan dan Jalan Bhayangkara juga dibuat satu arah dari selatan ke utara. “Dimulai dari simpang PKU Muhammadiyah sampai simpang Pasar Kembang,” tandasnya.

Di Jalan Letjen Suprapto arus  lalu lintas juga dibuat searah dari utara ke selatan dimulai dari simpang Badran atau Jlagran sampai simpang Ngabean. Kemudian, untuk lalu lintas di Jalan KH Ahmad Dahlan hingga jalan Pangeran Senopati dapat digunakan untuk lalu lintas dua arah, baik dari timur ke barat atau sebaliknya.

“Jalan Sosrowijayan, Dagen, Perwakilan, Pajeksan, Suryatmajan, Gandekan, dan Pabrongan dapat digunakan dua arah namun dilarang melintasi Malioboro,” jelasnya.

Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, uji coba perlu dilakukan dalam jangka waktu yang lebih panjang untuk memperoleh gambaran kondisi lalu lintas yang sebenarnya. Terutama untuk memperoleh gambaran kondisi lalu lintas di saat-saat padat seperti pada akhir pekan. Di masa sebelumnya, uji coba hanya dilakukan saat Selasa Wage.

“Ini belum permanen kan baru uji coba. Dishub sudah presentasi di saya untuk uji coba lagi. Biasanya (uji coba) kan cuma sehari pas Selasa Wage. Tapi kalau sehari tidak bisa merepresentasikan kondisi sebenarnya,” jelasnya. (tor/pra)

DIJ