RADAR JOGJA – Tahun ajaran baru di DIJ ditetapkan mulai Senin (13/7). Tapi sejumlah sekolah masih kekurangan murid. Jadi tetap membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) selama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), yang digelar virtual.

Di Gunungkidul, kekurangan murid terjadi di tingkat SD hingga SMP. Catatan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul ada 13 SMP kekuarangan murid. Meski pendaftaran resmi ditutup pada awal Juli, namun bagi sekolah yang kekurangan murid masih diperbolehkan menerima siswa baru. “Daya tampung sekolah lebih banyak dari pada jumlah kelulusan,” ujar Kepala Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid, Minggu (12/7).

Meski demikian kekurangan siswa tidak mengganggu pelaksanaan pembelajaran di tahun ajaran baru. Terlebuh tahun ajaran baru, disdikpora tetap akan menjalankan kebijakan belajar di rumah. Menyesuaikan surat edaran Gubernur DIJ.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Saptosari Yanto mengaku sedang sedang menyiapkan kegiatan MPLS bagi siswa baru. Rencananya program ini dilaksanakan mulai hari ini sesuai dengan dimulainya tahun ajaran baru sekolah. “Sesuai edaran dari disdikpora, pengenalan sekolah dilakukan secara daring,” kata Yanto.

Disinggung mengenai PPDB, menurut dia tidak ada masalah. Kuota tersedia ada 160 kursi, sedangkan jumlah pendaftar 272 sehingga ada puluhan pendaftar terpaksa tidak diterima.

Begitu pula di Sleman. Kepala SMP Negeri 4 Depok, Lilik Mardiningsih menjelaskan, MPLS bagi siswa kelas VII akan digelar melalui Zoom Meeting. Sedangkan untuk kelas VII dan IX hari pertama masuk di tahun ajaran baru akan diisi dengan kegiatan pendidikan karakter menggunakan aplikasi Zoom Meeting.

Untuk menghadapi MPLS, disiapkan beberapa materi dan jadwal kegiatan para siswa. Siswa akan diberi materi mengenai pengenalan profil sekolah, tenaga pendidik, muatan kurikulum, dan pengenalan PJJ. Selain itu, diberikan pula materi terkait peraturan dan tata tertib sekolah, hingga pengenalan Covid-19 dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Nantinya, tambah Lilik, bagi siswa kelas VII diperkenankan menggunakan seragam SD. “Selama mengikuti Zoom Meeting anak anak diwajibkan memakai seragam sekolah sesuai harinya, sedangkan anak-anak kelas VII memakai seragam SD,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMP N 3 Prambanan, Nurani menuturkan saat ini pihaknya sudah membentuk tim yang akan bertugas selama MPLS berlangsung. Dia menjelaskan, jadwal serta materi MPLS sebelumnya juga telah disusun dan akan disampaikan melalui daring.

Nurani mengaku, pada Rabu (7/7), pihaknya telah melakukan workshop tentang media untuk daring yang disampaikan oleh pengawas sekolah. “Ditambah workshop media daring oleh guru TIK selama dua hari agar kami bisa melaksanakan MPLS dengan maksimal,” kata Nurani. (eno/gun/pra)

DIJ