Radar Jogja – Impian 1.312 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk bekerja di Pemkot Jogja harus dikubur. Karena kesalahan dalam pendaftaran, mereka dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi.

Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Jogja telah mengumumkan hasil seleksi administrasi pelaksanaan seleksi CPNS 2019 di lingkungan pemkot), Kemarin (16/12). Kepala Bidang Pengembangan BKPP Kota Jogja, Ary Iryawan menyebut, sebanyak 3.098 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi dari sebelumnya 4.410 pendaftar yang mengunggah berbagai berkas dan dokumen pendaftaran.

Sedang 1.312 di antaranya tidak dinyatakan lolos seleksi administrasi. Kebanyakan yang tidak lolos disebabkan karena berkas yang diunggah tidak lengkap dan salah instansi “Harusnya ke pemerintah provinsi DIJ, tapi dikirimnya ke pemkot,” ujarnya kemarin (16/12).

Ary sebelumnya menjelaskan, bagi pelamar yang dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi berhak melakukan sanggahan terhadap hasil seleksi administrasi selama tiga hari dari mulai hari ini sampai dengan Kamis (17-19/12). Namun masa sanggah tidak kemudian secara otomatis akan bisa meloloskan maupun menambah dokumen baru. “Menyanggah boleh tapi tetap kita cek sesuai dari dokumen yang mereka upload,” tuturnya.

Sanggahan yang kemudian disetujui untuk dilakukan perbaikan misalnya ketika salah penempatan nilai IPK yang tidak sesuai pada dokumen yang diunggah, kemudian disesuaikan dengan dokumen dan ternyata benar ada kesalahan maka akan diperbaiki. “Tapi sanggahan yang mempertanyakan kesalahan persyaratan atau tujuan surat lamaran yang berbeda secara otomatis menjadi kesalahan si pelamar,” tambahnya.

Sedang di lingkungan Pemkab Gunungkidul, sebanyak 216 pendaftar dinyatakan tidak lolos seleksi. “Karena mayoritas pelamar karena kualifikasi pendidikan tidak sesuai dengan formasi,” kata Kepala Bidang Formasi Pengembangan Formasi Data Pegawai BKPP Gunungkidul, Reny Linawati.

Dia menjelaskan, hasil seleksi administrasi rekrutmen CPNS diumumkan melalui laman resmi milik BKPP. Dengan ini peluang masuk menjadi CPNS semakin terbuka. Jika pada saat pendaftaran ada 3.250 pelamar, kini jumlah terus berkurang. Itu artinya, yang dinyatakan tetap lanjut tes ada 2.688 pendaftar.“Terlebih yang mengirimkan berkas hanya 2.904 pelamar,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas BKPP Gunungkidul, Sigit Purwanto mengatakan, rekrutmen CPNS kali ini mendapatkan kuota 250 formasi. Meski demikian, tidak semua lowongan terisi. Misal, dokter spesialis di RSUD Saptosari tidak ada pendaftar. “Kekosongan ini tidak mengganggu jalannya CPNS,” kata Sigit Purwanto.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul Supriyadi menyoroti sepinya pendaftar CPNS dari dokter. Selain masalah kapitasi, isu kewilayahan juga membuat para dokter enggan bertugas di wilayah Jogjakarta ujung timur tersebut. Dia menduga, dalam pandangan orang luar  Gunungkidul merupakan daerah terpencil.

Selanjutnya bagi pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi berhak mengikuti seleksi tahap selanajutnya yaitu Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan menggunakan Computer Assisted Tes (CAT). “Pelaksanaannya nanti di bulan Februari, jadi belajar dan berdoa,” imbau Ary. (cr15/gun/pra)

DIJ