RADAR JOGJA – Bupati Sleman dan kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman digugat oleh konsumen Pasar Godean kemarin (19/1). Keduanya digugat di Pengadilan Negeri (PN) Sleman dengan nomor perkara 4/Pdt.G/2023/PN Smn atas ketidaksiapan Pemkab Sleman dalam menyediakan lokasi transit bagi pedagang Pasar Godean. Sebelum akhirnya pedagang dipindahkan dan menempati tempat relokasi.

“Gugatan saya sebagai konsumen terkait UU Perlindungan Konsumen (Nomor 8 Tahun 1999) Pasal 4,” ungkap penggugat, Kunto Wisnu Aji, warga Jalan Monjali, Karangjati Wetan, Sinduadi, Mlati, Sleman, di PN Sleman, kemarin (19/1). Pada ayat 1 disebutkan, konsumen memiliki hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan atau jasa.
Menurut Kunto, dalam hal ini belum dilaksanakan oleh Pemkab Sleman. Di mana lokasi relokasi dinilai tak relevan. “Saya lihat tempatnya jeblok, sengnya pada bolong, bahkan saya lihat saat hujan kondisinya becek alias tak layak. Sempat saya mampir (saat hujan, Red) dan mengambil video,” ungkap goweser yang mengaku suka jajan di Pasar Godean ini.

Diungkapkan, dari Pemkab Sleman hanya memberikan eyup-eyup atau tempat teduh dari bambu. Saat hujan datang, tidak semua pedagang bisa berdagang lantaran kondisi tersebut. Kunto juga mendapat keluhan dari pedagang terkait ketidaklayakan lokasi serta pernyataan pedagang tidak bersedia dilakukan transit pasar relokasi di Sidokarto.

Apalagi untuk biaya perbaikan sarana prasarana di lokasi, sebagian ditanggung pedagang. Juga pengangkatan barang dilakukan mandiri oleh pedagang. “Relokasi selama empat bulan sampai revitalisasi pasar selesai. Mereka ragat sendiri untuk konblok, diplester macam-macam. Ada yang habis Rp 500 ribu, ada yang sampai Rp 3 juta-Rp 4 juta. Lalu pindah lagi, beberapa di antaranya pindah ke wilayah Berjo,” ujarnya.

Sidang perdana gugatan ini berlangsung kemarin. Pihak tergugat diwakili Kepala Bagian Hukum Pemkab Sleman Anton Sujarwo dan Sekretaris Disperindang Sleman Tina Hastina. Namun sebelum memasuki sidang, lebih dulu dilakukan mediasi. Sesuai Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2016, tahapan dilakukan mediasi antara penggugat dan tergugat. Hakim mediatornya Siwi Rumbar Wigati. Proses persidangan dilanjutkan 2 Februari mendatang.

Dari penggugat menyerahkan sepenuhnya ke PN Sleman. Apabila mediasi gagal, maka tahapannya masuk pada pokok perkara. “Akan dibacakan jawaban. Saya mengajukan agar ada pemeriksaan ke tempat kondisi di lapangan. Lalu, video nantinya akan dijadikan barang bukti jika mediasi tidak berhasil,” tambahnya.
Sementara itu Kabag Hukum Pemkab Slemab Anton Sujarwo mengatakan, akan mengikuti proses persidangan sebagaimana yang dijadwalkan PN Sleman. Saat ini pihaknya baru menerima gugatan tersebut dan akan mempelajari dulu berkas-berkas gugatannya, sebelum agenda mediasi dengan tergugat dilaksanakan.

Revitalisasi Pasar Godean ditargetkan selesai pada kuartal pertama Maret 2024 dengan anggaran pusat senilai Rp 106 miliar. Sebelum tempat relokasi selesai, pedagang Pasar Godean menempati tempat alternatif (transit) di tiga titik, yakni di Pasar Kowen Sidokarto, Pasar Hobbies, dan Pasar Kuliner Belut. (mel/laz)

Breaking News