RADAR JOGJA – Sekda Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengapresiasi langkah pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU) oleh pemerintah kabupaten dan kota. Langkah ini guna meminimalkan kerumunan warga. Terutama di ruang publik dan mobilitas jalan raya.

Kebijakan ini sendiri diawali dari kawasan Malioboro. Lampu PJU wilayah tersebut dimatikan sejak pukul 20.00 WIB. Seiring dengan kebijakan penutupan akses menuju Malioboro.

“Bagus saja bisa mengurangi kerumunan. Biasanya ada gula ada semut, ada lampu ada orang. Orang-orang itu biasanya berkerumun dolanan skak ditempat terang,” jelasnya ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Selasa (6/7).

Mantan Kepala Disdikpora DIJ ini mengungkapkan kebijakan ini telah melalui kajian. Selain itu juga telah dilaporkan ke Pemprov DIJ. Untuk saat ini jajarannya tak mempermasalahkan selama fokusnya mengurai kerumunan dan mobilitas warga. Walau begitu, Aji meminta penanggungjawab wilayah meningkatkan pengamanan. Fungsi dari lampu PJU selain sebagai penerangan jalan juga antisipasi kejahatan. Terutama wilayah yang sepi dan gelap.

“Tapi keamanan harus dijamin karena penerangan itu kecuali untuk jalan juga untuk keamanan dari orang jahat. Kalau dilakukan pemadaman listrik selama keamanan dijaga, sepakat,” katanya.

Pasca pemadaman Malioboro oleh Pemkot Jogja, Pemkab Sleman menginisiasi program Sleman Bobok Lebih Awal. Berupa pemadaman sejumlah lampu reklame dan PJU selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
Kebijakan ini tertuang dalam Instruksi Bupati No.17/Instr/2021. Berbicara tentang pemberlakuan PPKM Darurat agar lebih optimal. Diawali dengan pengiriman surat kepada pemilik reklame yang berada di bawah perijinan Kabupaten Sleman.
“Lampu jalan seperti di sekitar Seturan, Gejayan, jalan Kaliurang, wilayah Tajem dan jalan utama lainnya akan dipadamkan lebih awal. Semua dipadamkan sampai pagi hingga berakhirnya PPKM Darurat,” ujar Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam keterangan tertulisnya.

Pemkab Sleman juga membatasi akses mobilitas masyarakat. Berupa penutupan akses jalan di kawasan Janti, Seturan, Gejayan dan Kaliurang. Kebijakan ini turut melibatkan Satlantas Polres Sleman. Kustini meminta masyarakat bijak menyikapi langkah ini. Pertimbangannya adalah lonjakan kasus Covid-19 di Jogjakarta dan Sleman khususnya. Upayanya dengan menekan atau mengurangi mobilitas masyarakat.

“Untuk keamanan saat pemadaman reklame dan lampu penerangan, sudah ada Polres Sleman dan Kodim 0732 Sleman yang siap membantu. Berupa patroli keamanan di sejumlah wilayah yang reklame dan lampunya dipadamkan,” katanya. (dwi/ila)

Breaking News