RADAR JOGJA – Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran. Kali ini tercatat pada pukul 07.00, Jumat (12/3). Jarak luncur awan panas mencapai 1.000 meter ke arah barat daya.

Berdasarkan catatan seismogram BPPTKG, awan panas memiliki amplitudo 40 milimeter. Sementara untuk durasi mencapai 102 detik. Belum ada laporan dampak berupa kemunculan hujan abu pasca awan panas guguran.

“Benar muncul awan panas pagi tadi pukul 07.00 dengan jarak luncur 1 kilometer. Awan panas guguran ini berasal dari material kubah lava sisi barat daya,” jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Jumat (12/3).

BPPTKG juga mencatat munculnya awan panas pada Kamis malam (11/3). Detilnya terjadi pada pukul 23.36 dengan jarak luncur 1.200 meter. Arah luncuran awan panas menuju barat daya.

Seismogram BPPTKG mencatat awan panas guguran memiliki amplitudo 30 milimeter. Sementara untuk durasi mencapai 106 detik. Visual awan panas sempat teramati dari beberapa pos pengamatan gunung Merapi.

“Malamnya sempat muncul awan panas dengan jarak luncur 1,2 kilometer ke arah barat daya. Kalau dilihat dari aktivitasnya masih menuju hulu Kali Krasak dan Boyong,” katanya.

Tak hanya awan panas, BPPTKG juga mencatat adanya luncuran lava pijar. Untuk Kamis malam (11/3) tercatat ada 9 guguran lava pijar. Jarak luncur maksimum mencapai 1.200 dari puncak Gunung Merapi.

Rentang waktu pukul 00.00 hingga 06.00 terjadi 17 guguran lava pijar. Jarak maksimum dari fase kali ini mencapai 1.000 meter. Seluruh lava pijar meluncur ke arah barat daya.

“Untuk saat ini status Gunung Merapi masih Siaga atau Level III. Aktivitas masih cukup tinggi sehingga kami minta warga tak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak,” ujarnya. (dwi/ila)

Breaking News