RADAR JOGJA – Pemerintah segera menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di beberapa wilayah. Khususnya di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIJ, Jawa Timur, dan Bali. Pemberlakuan mulai Selasa (9/2) hingga 22 Februari 2021.

Kapolda DIJ Irjen Pol Drs. Asep Suhendar, M.Si,melalui Kabidhumas Kombes Pol Yuliyanto, M.Sc menyampaikan PPKM tersebut tertuang pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021. Instruksi Mendagri ini berisi tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

“DIJ termasuk dalam prioritas yang diinstruksikan menerapkan PPKM mikro. Menyosialisasikan penerapan PPKM mikro dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian hingga tingkat RT,” ujarnya, Senin (8/2).

Lebih lanjut, Yuliyanto mengatakan, dalam Instruksi Mendagri tersebut menjelaskan pada zona hijau di mana tidak ada kasus aktif di tingkat RT, maka dilakukan tes pada suspek secara aktif. Lalu pada zona kuning disebutkan bila terdapat 1 rumah hingga 5 rumah dengan kasus positif Covid-19 selama 7 hari terakhir diharuskan melalukan pelacakan kontak erat.

Kemudian, pada zona oranye disebutkan bila terdapat 6 rumah hingga 10 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam 7 hari terakhir. Penanganan yang dilakukan adalah dengan pelacakan kontak erat dan menutup rumah ibadah, tempat bermain anak, serta tempat umum lainnya kecuali sektor esensial.

Terakhir, kawasan zona merah ditetapkan bila terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus positif. Pada zona tersebut baru diterapkan PPKM tingkat RT yang mencakup pelacakan kontak erat. Serta diberlakukan isolasi mandiri, menutup tempat umum kecuali sektor esensial, melarang kerumunan lebih dari 3 orang, membatasi akses maksimal pukul 20.00, serta meniadakan kegiatan sosial masyarakat.

Ketentuan lainnya, lanjutnya, hampir sama dengan Instruksi Mendagri sebelumnya. Pemberlakuan WFH bagi karyawan menjadi 50%, jumlah konsumen di tempat restoran dinaikkan menjadi 50%, pusat pembelanjaan dapat beroperasi hingga pukul 21.00.

Kegiatan belajar mengajar juga masih dilakukan dengan daring. Kegiatan pada sektor esensial tetap dibuka 100% selama penerapan PPKM mikro dengan penerapan protokol kesehatan. (ila)

Breaking News