RADAR JOGJA – Gunung Merapi memuntahkan 11 awan panas hanya dalam kurun waktu 6 jam. Tepatnya dari pukul 18.00 hingga pukul 24.00, Selasa malam (26/1).

Seluruhnya mengarah ke barat daya dengan jarak luncur bervariasi antara 1 kilometer hingga 1,5 kilometer. Awan panas pertama terjadi pukul 18.26 dengan jarak luncur 1,3 kilometer. Awan panas ini tercatat memiliki amplitudo 45 milimeter dengan durasi 135 detik. Tercatat pula ketinggian kolom awan panas mencapai 300 meter.

Awan panas ketiga terjadi 19.03 dengan jarak luncur 1,5 kilometer. Memiliki amplitudo 40 milimeter dan berdurasi 160 detik. Sementara untuk tinggi kolom tak teramati akibat cuaca berkabut.

“Lalu pukul 19.46 luncurannya sejauh 1.200 meter dengan durasi 131 detik. Pukul 20.17 sejauh 1.300 meter dengan durasi 141 detik dan pukul 20.38 berjarak 1.500 meter dengan durasi 159 detik,” jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Rabu (27/1).

Awan panas muncul kembali 20.38 dengan jarak luncur 1,5 kilometer. Tercatat dengan amplitudo 41 milimeter, awan panas ini berdurasi 159 detik. Selang satu jam, 21.38 awan panas meluncur sejauh 1,2 kilometer. Durasi fenomena alam ini mencapai 137 detik.

Awan panas ketujuh muncul 21.40 dengan jarak luncur 1,2 kilometer. Durasi luncuran awan panas mencapai 128 detik. Selang 5 menit, tepatnya 21.45 muncul awan panas dengan jarak luncur 1,3 kilometer. Durasi luncuran mencapai 142 detik.

“Awan panas kesembilan terjadi 21.48 dengan jarak luncur 1 kilometer. Tercatat di seismogram dengan amplitudo 25 milimeter dan berdurasi 108 detik. Tinggi kolom tak teramati karena cuaca mendung dan hujan,” katanya.

Satu jam setelahnya kembali muncul awan panas pada 23.14. Kali ini jarak luncur awan panas mencapai 1,5 kilometer dan berdurasi 155 detik. Awan panas kesebelas terjadi 23.29 dengan jarak luncur 1,5 kilometer. Berdurasi 158 detik dan amplitudo 60 milimeter.

“Dampak berupa hujan abu vulkanik, belum kami terima laporannya. Tapi kami mengingatkan aktivitas vulkanik memang masih tinggi. Sehingga warga dilarang beraktivitas radius 5 kilometer dari puncak,” ujarnya. (dwi/ila)

Breaking News