RADAR JOGJA- Emi Masruroh dinyatakan positif Covid-19 bersamaan dengan sang suami Abdul Halim Muslih. Tepatnya Senin (25/1), pasca hasil swab Polymerase Chain Reaction (PCR) keduanya telah keluar.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul Sri Wahyu Joko Santosa menjelaskan detail munculnya kasus. Emi, tercatat sebagai tracing kontak erat dengan suaminya. Setidaknya ada lima orang di lingkup internal yang masuk dalam tracing kontak erat.

“Tracing kami lakukan kepada kontak erat yang memenuhi kriteria. Hasil swab Emi keluar bersamaan dengan Bapak Halim. Kalau untuk kontak erat kami menyasar lima orang. Siang tadi sudah swab tapi hasilnya belum keluar,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (26/1).

Pasangan suami istri ini sekarang telah menjalani rawat inap isolasi. Tepatnya di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Terkait kondisi kesehatan, keduanya dalam keadaan baik, bahkan tidak menunjukkan gejala Covid-19.

Diketahui bahwa Halim sempat menunjukkan gejala Covid-19. Berupa hilangnya fungsi indera penciuman dan perasa. Kondisi ini telah muncul sejak Jumat (22/1). Hanya saja fungsi kedua indera ini telah kembali seiring tindakan medis.

“Kalau kondisi kesehatan keduanya stabil, bagus dan tidak ada gejala yang mengkhawatirkan. Indera penciuman dan perasa juga sudah kembali,” katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Helmi Jamharis masuk dalam daftar tracing. Hanya saja dia tak masuk dalam daftar kontak erat berkriteria khusus. Selain itu Helmi juga tak menunjukkan adanya gejala Covid-19.

Terkait tracing telah dilakukan secara intensif. Menyasar lingkup internal maupun Pemkab Bantul. Difokuskan kepada tracing kontak erat. Terutama yang kerap beraktivitas dan berinteraksi dalam kurun waktu inkubasi Covid-19.

“Sejak kemarin sampai tadi malam Dinkes Bantul sudah melakukan tracing terhadap orang yang melakukan aktivitas bersama beliau, termasuk juga ke saya,” ujarnya. (dwi/sky)

Breaking News