RADAR JOGJA – Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas dan material lava pijar. Fenomena alam ini terjadi Selasa dini hari (19/1) tepatnya 02.27. Jarak luncur awan panas diketahui sepanjang 1,8 kilometer arah barat daya atau jalur Kali Krasak dan Kali Boyong.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida memastikan jarak luncur masih dalam radius aman. Berdasarkan catatan seismogram BPPTKG, luncuran awan panas beramplitudo 60 milimeter. Sementara untuk durasi berlangsung selama 209 detik.

“Teramati pula tinggi kolom erupsi setinggi 500 meter di atas puncak Merapi. Kalau angin saat kejadian bertiup ke timur. Masih dalam radius aman,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (19/1).

BPPTKG juga mencatat adanya aktivitas guguran material. Tercatat setidaknya terjadi 30 kali guguran lava pijar. Seluruhnya terjadi dalam kurun waktu 00.00 hingga 06.00. Sementara untuk jarak luncur antara 300 meter hingga 900 meter arah barat daya.

Hanik meminta warga terus memantau perkembangan Gunung Merapi. Terlebih saat ini aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi. Penentuan zona bahaya masih dalam radius 5 Kilometer dari puncak Merapi.

“Untuk status masih siaga atau level III. Kalau potensi bahaya sesuai arah luncuran material di barat daya. Tapi juga tetap ada potensi di tenggara karena disana juga ada bukaan kawah,” katanya. (dwi/ila)

Breaking News