RADAR JOGJA – Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan detil perkembangan Gunung Merapi terkini. Munculnya kubah lava baru di sisi barat daya menjadi acuan terkini. Ditambah dengan peningkatan aktivitas guguran ke arah Kali Krasak.

Walau begitu, Hanik memastikan potensi erupsi ke sisi tenggara atau Kali Gendol masih ada. Ini karena bukaan kawah masih ada di titik tersebut. Pihaknya terus memantau aktivitas terkini. Baik pertumbuhan kubah lava maupun aktivitas vulkanik lainnya.

“Sisi barat terus mengalami deformasi, tepatnya sisi barat daya dan barat laut. Jadi memang ada potensi bahaya ke sana juga. Tapi kami juga tetap memantau perkembangan yang sisi tenggara,” jelasnya, Senin (18/1).

Berdasarkan data terbaru ini tak hanya wilayah Cangkringan yang menjadi zona radius bahaya. Tapi juga di wilayah Kapanewon Pakem dan Kapanewon Turi. Beberapa dusun di wilayah ini berhadapan langsung dengan luncuran material sisi barat daya.

Detail wilayah meliputi Dusun Turgo di Kalurahan Purwobinangun Pakem. Dusun Ngandong, Tritis Kulon dan Sidorejo di Kalurahan Girikerto Turi. Adapula Dusun Tunggul Arum di Kalurahan Wonokerto Turi. Sementara untuk sisi timur atau Kapanewon Cangkringan berada di 3 kalurahan. Meliputi Dusun Kalitengah Lor di Kalurahan Glagaharjo. Dusun Kaliadem di Kalurahan Kepuharjo dan Dusun Pelemsari di Kalurahan Umbulharjo.

“Untuk kebijakan selanjutnya, kami terus berkoordinasi dengan pemangku wilayah. Terutama kabupaten yang wilayahnya berada di radius bahaya erupsi Merapi,” katanya. (dwi/ila)

Breaking News