RADAR JOGJA – Kabar duka muncul dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Salah satu kerabat tepatnya Bendara Raden Ayu (BRAy) Prabukusumo telah berpulang. Istri dari Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo ini diketahui sempat terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kabar duka berawal dari beredarnya pesan berantai. Innalillahi wa innailaihi roji’un. Ikut berduka cita atas meninggalnya Ibu Hj. Roswarini Sri Yuniarsih binti Soeroso (BRAY Prabukusumo). Semoga diampuni semua dosa kesalahannya, diterima semua amal ibadahnya dan Inshaa Allah s├ędo kanti husnul khotimah. amiin YRA.

“Betul (meninggal dunia) 19.31, kondisinya setelah dikonfirmasi terkait covid. Dalam artian membenarkan tapi covidnya derajatnya sedang, tidak parah tapi ada penyakit penyerta yang membuat kondisi beliau drop,” jelas Kabag Hukum dan Humas RSUP Sardjito Banu Hermawan, Selasa malam (8/12).

Banu menuturkan, BRAy Prabukusumo telah menjalani rawat inap isolasi sejak 22 November. Proses penyembuhan tak hanya terfokus Covid-19 semata. Adapula pemulihan kondisi fisik atas sakit penyerta.
Terkait kondisi kesehatan, Banu menuturkan sempat ada penurunan sejak Selasa siang. Tepatnya sejak waktu ibadah Ashar dan terus memburuk hingga menjelang ibadah Isya. Sementara untuk kondisi kesehatan GBPH Prabukusumo sudah membaik.

“Kondisi kesehatan sudah enurun sejak Ashar, akhirnya jam 19.30 dipundut yang maha kuasa. Sebetulnya kalau kondisinya (terkonfirmasi positif Covid-19) lebih berat Gusti Prabu,” katanya.

Banu menegaskan, penyebab meninggal bukan murni Covid-19. Berdasarkan data medis akibat pendarahan aneurysma abdomen. Sementara level terkonfirmasi positif Covid-19 sederajat sedang.
“Jadi bukan karena Covid meninggalnya. Untuk Gusti Prabu kondisi kesehatan sudah bagus, sudah pindah di ruang perawatan tidak ruang isolasi lagi,” ujarnya.

Terkait pemakaman, Banu memastikan berlangsung dengan protokol tertinggi. Walau begitu pihaknya tetap berkoordinasi dengan keraton tepatnya keluarga GBPH Prabukusumo. Sesuai protokol, pemakaman terhadap pasien dalam perawatan isolasi sifatnya segera.
“Baru koordinasi dengan keluarga, ini baru hadir merapat ke Sardjito. Dimakamkan dengan protokol Covid-19,” katanya. (dwi/ila)

Breaking News