RADAR JOGJA – Pos pengamatan Gunung Merapi (PGM) Babadan melaporkan 10 suara guguran dari arah puncak Gunung Merapi. Rentetan suara guguran terdengar selama kurun waktu 24 jam, tepatnya Selasa (24/11). Sementara kekuatan suara guguran terdengar lemah hingga keras.

Kepala BPPTKG Jogjakarta Hanik Humaida membenarkan adanya fenomena tersebut. Suara guguran terdengar jelas dari PGM Babadan. Fenomena ini sudah terjadi, pasca peningkatan status Siaga Gunung Merapi.

“Benar ada sepuluh suara guguran yang terdengar dari pos Babadan sepanjang hari kemarin (24/11). Selain itu juga sempat terpantau asap berwarna putih dengan ketinggian 50 meter dari puncak Gunung Merapi,” jelasnya, dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (25/11).

BPPTKG juga mencatat aktivitas vulkanik lainnya. Sebanyak 45 guguran terjadi dalam kurun waktu satu hari. Adapula 404 gempa fase banyak, 47 gempa vulkanik dangkal, 1 gempa tektonik dan 45 hembusan.

Terkait deformasi, Hanik menuturkan adanya penurunan. Dari awalnya 12 centimeter per hari menjadi 11 centimeter perhari. Pengukuran ini tercatat di PGM Babadan.

“Untuk radius bahaya tetap 5 kilometer dari puncak. Warga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tersebut. Guna mengantisipasi bahaya yang datang sewaktu-waktu,” katanya. (dwi/ila)

Breaking News