RADAR JOGJA – Aksi penolakan UU Cipta Kerja di Gedung DPRD DIJ berakhir ricuh. Massa aksi sempat merangsek ke dalam gedung dan merusak sejumlah fasilitas. Bahkan sebuah kafe yang berdekatan dengan Gedung DPRD DIJ juga terimbas massa aksi.

Kericuhan mulai terjadi sejak pukul 13.00. Pada awalnya aksi berjalan damai dengan orasi. Tanpa tahu siapa yang memulai tiba-tiba mulai beterbangan batu ke arah Gedung DPRD DIJ.

“Kami hanya melakukan pengamanan sejumlah aset negara saja. Gedung DPRD, Gedung Agung, Kepatihan dan Museum Vredeburg. Sudah saya imbau agar personel tak terpancing provokasi,” jelas Dansat Brimob Polda DIJ Kombes Pol Imam Suhadi, Kamis (8/10).

Berdasarkan pantauan Radar Jogja beberapa peserta aksi terluka. Mayoritas adalah sesak nafas akibat gas air mata. Ada pula dua peserta aksi yang terluka akibat pukulan.

Salah seorang peserta aksi, Gilang Maulana menuturkan pengobatan medis terpusat di RS PKU Muhammadiyah Jogja. Setidaknya sudah 15 kali mobil ambulans mengantar para peserta aksi.

“Bolak balik sudah 15 kali, satu ambulan bisa membawa satu sampai dua peserta aksi. Tadi yang luka berdarah ada dua cowok, waktu di depan Gedung (DPRD DIJ),” kata.

Hingga berita ini ditulis kondisi di kawasan Malioboro belum kondusif. Para peserta aksi masih terpusat di sekitar Gedung DPRD DIJ. Terdengar pula beberapa kali suara ledakan. 

“Kebanyakan pingsan karena kena gas air mata. Ada yang sesak nafas juga, sehingga langsung dibawa dengan ambulans,” ujarnya. (dwi/tif)

Breaking News